PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Limbah Medis Dibuang Sembarangan, Jefri: Pengawasan Dinkes dan DLH Batam Lemah
Oleh : Putra Gema Pamungkas
Selasa | 30-07-2019 | 18:28 WIB
jefri-simanjuntak12.jpg honda-batam
Anggota Komisi III DPRD Batam, Jefri Simanjuntak. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Anggota Komisi III DPRD Batam, Jefri Simanjuntak tegaskan Dinkes Batam dan DLH lemah dalam melakukan pengawasan limbah medis.

Jefri mengatakan, temuan limbah medis yang dibuang sembarangan di pemukiman warga, merupakan bentuk lemahnya pengawasan oleh Dinkes Batam dan DLH.

"Siapa pembuang limbah medis itu, yang pastinya mereka yang bergerak di bidang medis seperti misalnya rumah sakit, apotek dan klinik. Disinilah diperlukan pengawasan yang kuat oleh Dinkes Batam maupun DLH. Mereka harus menelusuri temuan itu," kata Jefri ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (30/7/2019).

Dirinya meminta, terkait limbah medis yang dibuang di pemukiman warga harus ditanyakan bagaimana laporan dari pada hasil limbah medis maupun hasil limbah yang kadaluarsa.

"Pihak rumah sakit di Batam ini diwajibkan oleh Wali Kota Batam untuk memiliki insenerator, atau pengolahan limbah medis untuk dimusnahkan. Sayangnya sampai saat ini masih banyak rumah sakit di Batam baik tipe C maupun B yang tak memiliki insenerator limbah medis," ujarnya.

Tak hanya rumah sakit, Jefri juga meminta kepada Dinkes Batam untuk mengecek lagi keberadaan klinik-klinik sebagai pemakai produk medis. Hal ini karena mereka juga tak memiliki insenerator untuk pemusnahan limbah medisnya.

"Dinkes dan DLH harus lebih maksimal melakukan pengawasan di lapangan. Apalagi ini ada temuan limbah medis yang dibuang di pemukiman warga tanpa diketahui siapa tuannya atau yang membuangnya," tegasnya.

Untuk menelusuri siapa pemilik limbah medis dan siapa pembuangnya, menurut Jefri bukan hal yang terlalu sulit dilacak karena tinggal mencari pihak pertama yang menjadi pemesan dan pengguna barang medis tersebut.

"Pertama limbah medis itu jenis apa. Di dalam kemasan medis seperti sampul itu kan ada nomor serinya. Itu bisa dilacak barang itu didistribusikan kemana awalnya, atau pemakainya. Bisa jadi dilakukan vendor atau pihak ketiga, tapi kan untuk melacak itu, pastinya dicari siapa pihak pertama yang jadi pemesan dan pengguna barang medis tersebut," tutupnya.

Editor: Yudha