PKP

Jika Terbukti Limbah dalam Kontainer B3, Musofa: Pemerintah Harus Tindak dengan Tegas
Oleh : Nando Sirait
Senin | 17-06-2019 | 09:16 WIB
kontainer_sampah__pklastik1.jpg honda-batam
Kontainer yang dipenuhi sampah plastik. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Musofa, meminta pemerintah bersikap tegas terhadap kebijakan impor limbah. Terlrbih limbah mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3).

Hal itu dilontarkan Musofa, menyusul temuan sejumlah kontainer yang diduga bermuatan limbah B3 di pelabuhan bongkar muat Batuampar, Jumat (14/6/2019) lalu.

"Sikap pemerintah harus tegas. Jangan kalah dengan pemain," kata Musofa, Senin (17/06/2019).

Bahkan, ia meminta agar Pemerintah Kota Batam dapat segera mengembalikan seluruh kontainer tersebut ke negara asalnya, yang diketahui diimpor dari Amerika dan negara-negara di Eropa.

Sebelumnya, dari 65 kontainer berisi skrap plastik yang diimpor dari Amerika, 18 di antaranya sudah dilakukan pemeriksaan oleh tim gabungan (Bea dan Cukai dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam).

Beberapa kontainer juga sudah diambil sampel barang di dalamnya, untuk selanjutnya diuji laboratorium oleh BC apakah terkontaminasi B3 atau tidak.

"Kalau hasilnya melanggar, kita minta langsung ditindak dan dikembalikan ke negara asalnya," tegas Musofa lagi.

Musofa juga meminta pemerintah selektif terhadap plastik yang diimpor dari luar negeri. Jangan sampai justru merugikan masyarakat, akibat dampak lingkungan yang ditimbulkannya.

"Kalau ada unsur limbah B3 kan kacau. Masyarakat yang kena imbasnya," paparnya.

Editor: Chandra