PKP

Buruh Migran Indonesia di Hong Kong Diimbau Hindari Titik Demo Penolakan UU Ekstradisi
Oleh : Redaksi
Sabtu | 15-06-2019 | 17:52 WIB
demo-ruu-ekstradisi1.jpg honda-batam
Polisi menembakan gas air mata ke arah pengunjuk rasa saat protes atas penolakan pemerintah untuk membatalkan pembahasan RUU Ekstradisi di Hong Kong, 12 Juni 2019. Pengunjuk rasa menolak adanya aturan ekstradisi ke Cina. REUTERS/Athit Perawongmetha

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Serikat buruh di Hong Kong mengimbau WNI, khususnya buruh migran Indonesia, untuk tidak berlibur ke beberapa titik lokasi menyusul rencana demonstrasi besar menolak RUU Ekstradisi.

Pada 9 Juni lalu, lebih dari satu juta orang turun ke jalan dalam pawai damai menentang RUU Ekstradisi, sekitar satu dari tujuh populasi Hong Kong, dan rencananya aksi besar akan kembali digelar pada hari Minggu, menurut laporan CNN, Sabtu (15/6/2019).

Menurut Ketua Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) Sringatin, situasi pada Sabtu sudah kondusif, namun ada rencana aksi besar pada Ahad (16/6/2019).

"Sebagai buruh migran kita hanya mengimbau pada teman-teman untuk tidak libur di daerah Causeway Bay khususnya Victoria Park, Wanchai, Central, khususnya Minggu ini, mengingat akan ada aksi lebih besar pada Minggu besok," kata Sringatin kepada Tempo melalui pesan WhatsApp.

Sementara Ketua International Migrants Alliance Eni Lestari juga mengkonfirmasi rencana aksi besar pada Ahad.

"Besok aksi besar lagi dari Victoria Park ke Central Government Office," kata Eni Lestari.

Ketua IMWU Sringatin mengatakan semua elemen masyarakat Hong Kong akan ikut aksi pada Ahad, termasuk Konfederasi Serikat Buruh Hong Kong yang akan melakukan aksi mogok.

"Kelompok agama dari Komunitas Katolik Indonesia Hong Kong (KKIHK) akan menggelar doa untuk mendukung masyarakat Hong Kong," tambah Sringatin.

Sirangit menyampaikan bahwa Indonesian Migrant Workers Union mendukung penolakan RUU Ekstradisi.

"Kami mendukung penolakan UU ekstradisi Karena itu salah satu bentuk represitas politik terhadap semua orang yang berada di Hong Kong," tegas ketua IMWU.

Sumber: Tempo.co
Editor: Yudha