PKP

Periksa Tiga Komponen Ini saat Rem Mobil Anda Kurang Pakem
Oleh : Redaksi
Sabtu | 15-06-2019 | 16:52 WIB
rem-mobil11.jpg honda-batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Rem menjadi bagian vital pada kendaraan. Tanpa rem, nyawa pengemudi menjadi taruhan karena fungsi rem mobil untuk mengendalikan kecepatan kendaraan serta menunjang faktor keamanan untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan lain.

Sebagai bagian yang sangat vital sudah selayaknya perangkat rem mendapat perawatan secara maksimal. Sangat tidak disarankan untuk mengendarai kendaraan yang memerlukan penanganan rem secara serius. Rajin untuk merawat bagian kendaraan adalah untuk kepentingan anda juga. Seperti dikutip dari laman Suzuki, berikut penyebab rem mengalami masalah sehingga kurang pakem:

1. Minyak Rem
Penyebab utama dari tidak maksimalnya kerja rem yaitu kurang perawatan. Jika menginjak rem, kendaraan masih dalam keadaan berjalan. Anda perlu memeriksa minyak rem. Minyak rem yang mampet karena kotoran mesin yang menjalar dari mesin membuat rem tidak mendapat minyak yang keluar dari nipple yang tersumbat. Anda bisa merawat mesin secara teratur sehingga tidak ada lagi kotoran yang menyumbat nipple rem sehingga saat menginjak rem, minyak rem akan keluar.

2. Booster Rem
Booster rem juga bisa menjadi penyebabnya. Biasanya anda akan merasa sangat kesulitan untuk menginjak rem. Pedal rem akan terasa sangat keras jika diinjak. Biasanya akan terjadi kebocoran pada komponen rem itu sendiri. Anda bisa mengecek booster dan membersihkan bagian rem tersebut.

3. Kanvas Rem
Rem tidak akan bekerja jika kanvas rem sudah menipis. Tipisnya kanvas rem bukan berarti rem tidak akan bekerja melainkan akan membuat rem kurang pakem. Solusi dari kanvas rem yaitu mengganti kanvas rem dengan yang baru.

Sehingga perawatan berkala kendaraan jadi kunci agar kendaraan dalam kondisi yang maksimal. Mobil anda sebaiknya secara rutin dibawa ke bengkel resmi Suzuki sehingga kerusakan sekecil apapun dapat ditangani. Kerusakan pada kendaraan yang bertumpuk akan membuat kendaraan tidak nyaman dan aman untuk dikendarai dan ditumpangi. Dari segi biaya pun, kendaraan yang sudah terlalu banyak punya masalah akan menghabiskan banyak biaya.

Sumber: Tempo.co
Editor: Yudha