PKP

Seorang Pria Korban Laka Laut Tinggal Kerangka Dikebumikan Ulang Setelah Keluarga Ditemukan
Oleh : Syajarul Rusydy
Jum\'at | 14-06-2019 | 10:04 WIB
mayat-tampelan.jpg honda-batam
Mayt pria tinggal rangka saat ditemukan warga pertama kali di bibir pantai. (Syajarul)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Sempat dikabarkan hilang, pria yang belakangan dikenali bernama Duma akhirnya ditemukan. Namun sudah tidak dalam kondisi utuh, melaikan berbentuk tulang-berulang hingga sulit dikenali.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambag, melalui Kapolsek Tambelan Ipda Missyamsu Alson, menyampaikan, sebelumnya identitas korban tidak diketahui, sehingga dilakukan pemakaman tanpa indentitas korban.

"Namun, setelah sekian lama kita baru menemukan keluarganya, akhirnya kita lakukan pemakaman ulang, untuk menyempurnakan selayaknya yang diwajibkan," ujar Alson, Jumat (14/6/2019).

Bersama dengan Camat Tambelan, Danramil Tambelan Kapten Inf Thomson Rajagukguk serta didampingi pihak keluarga korban, Kapolsek Tambelan Ipda Missyamsu Alson berangkat menuju Pantai Pasir Merah Desa Kukup, Kecamatan Tambelan melalui Pelabuhan Sri Bentayan Tambelan dengan menumpang perahu cepat (speed boat) milik Pos TNI AL Kecamatan Tambelan, hari Kamis (13/6/2019).

Keberangkatan rombongan Uspika Tambelan bersama dengan pihak keluarga bertujuan untuk memastikan identitas jenazah korban laka laut yang sebelumnya telah ditemukan oleh warga setempat dan dikebumikan di lokasi Pantai Pasir Merah pada tanggal 30 Mei 2019.

Perjalanan menuju ke lokasi menempuh waktu lebih kurang 1 jam menggunakan speed boat TNI AL. Setelah tiba di lokasi, dilakukan penggalian terhadap makam yang dimaksudkan dengan disaksikan pihak pemerintah dan tokoh agama. Akhirnya pihak keluarga mengenali ciri-ciri korban dari sisa pakaian yang masih menempel di tubuhnya. Serta, memastikan jenazah dimaksud adalah keluarganya bernama Duma berjenis kelamin laki-laki.

"Saat ditemukan oleh warga, kondisi jenazah ini tidak bisa dikenali lagi karena mulai dari bagian pinggang sampai bagian kepala sudah menjadi rangka, sedangkan tubuh bagian bawah masih utuh dan tertutup dengan celana training bertuliskan SMK Immanuel," tutur Alson.

Saat itu, korban bersama 4 orang rekannya yang merupakan warga Desa Banjar Serasan Kecamatan Pontianak Timur melakukan aktivitasnya sebagai nelayan, yakni memancing ikan di perairan Pulau Datuk, Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.

"Saat itu, kondisi cuaca buruk dan hujan deras. Akhirnya kapal motor yang ditumpangi korban dan keempat rekannya disambar petir hingga pecah, dan seluruh nelayan yang ada di kapal tersebut terlempar ke laut," kata Alson.

Keempat rekan korban dapat menyelamatkan diri setelah dilakukan pencarian Tim SAR Kota Pontianak. Namun korban sendiri tidak ditemukan dan dianggap hilang setelah beberapa hari dilakukan pencarian.

Akhirnya setelah disepakati dengan pihak pemerintahan Kecamatan Tambelan, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta disaksikan pihak keluarga, jenazah Duma disempurnakan kembali untuk dimakamkan secara Islam di TPU Desa Batu Lepuk Kecamatan Tambelan.

Dalam hal ini, Polsek Tambelan membantu pengawalan kerangka jenazah dari lokasi pemakaman pertama di Pantai Pasir Merah Desa Kukup hingga penyempurnaan pemakaman jenazah di TPU Desa Batu Lepuk Kecamatan Tambelan, sebagai bentuk kepedulian dan berempati kepada sesama manusia, makhluk ciptaan Allah SWT, Tuhan YME.

Editor: Chandra