PKP

Ini Hasil Otopsi Penyebab Kematian Bayi Kembar di Batuaji
Oleh : Hendra Mahyudi
Rabu | 22-05-2019 | 17:52 WIB
ibu-bayi-kembar11.jpg honda-batam
NK saat menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah Batuaji. (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Penyelidikan kasus kematian dua bayi kembar yang dilahirkan sendirian oleh ibunya berinisial NK dalam kamar kos di Batuaji terus berlanjut.

Kapolsek Batuaji, melalui Kanit Reskrim Iptu Melki Sihombing mengatakan, hasil otopsi RS Bhayangkara Polda Kepri menemukan adanya gumpalan darah di kepala dua bayi kembar tersebut yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

Secara tidak langsung, Melki mengatakan hal ini bisa menurus ke NK (Ibu sang bayi) yang diduga sebagai pelaku demi menutupi rasa malunya karena hamil sebelum nikah.

Namun sejauh ini, Melki mengatakan belum mengetahui penyebab pasti penggupalan tersebut, apakah karena di pukul atau dibenturkan ke tembok.

"Sejauh ini memang masih belum ada pengakuan dari NK, kendati hasil visum dan otopsi menujukkan dengan jelas bahwasanya ada pendarahan di kepala bayi kembar tersebut," ujar Melki, Rabu (22/5/2019).

Selain adanya gumpalan darah, sebelumnya hasil pemeriksaan tim medis memastikan bayi kembar itu lahir dalam kondisi sehat. Namun dugaan sementara ada unsur kesengajaan atas kematian dua bayi tersebut agar kelahiran tidak diketahui orang lain.

"Lazimnya kan bayi lahir akan menangis. Ini terkesan janggal, sebab kawan satu kos sama sekali tak mendengar suara tangisan bayi," ujarnya.

Sementara itu, sejauh ini NK mengakui tak tahu persis kenapa dua bayi kembarnya meninggal. Dia hanya mengatakan bahwasanya dia langsung pingsan usai melahirkan, dan baru sadar saat menjelang malam, seketika menemui dua bayinya telah tidak bernyawa.

"Itu pengakuannya, tapi kami bekerja sesuai bukti yang ada," pungkas Melki.

Editor: Yudha