PKP

Hanura Terpuruk di Pemilu 2019

Ketua DPD Hanura Kepri Minta OSO Jangan Cari 'Kambing Hitam'
Oleh : Charles
Jum\'at | 17-05-2019 | 13:40 WIB
hanura_bambu_aus.jpg honda-batam
Ketua DPD Hanura versi Munas Bambu Apus (BA) di Provinsi Kepri Albert Sutan bersama salah satu Ketua DPP Hanura (Foto: Charles)

BATAMTODAY.COM,Tanjungpinang - Ketua DPD Hanura versi Munas Bambu Apus (BA) di Provinsi Kepri Albert Sutan mengatakan, Osman Sapta Odang (OSO) harus bertanggung jawab dan jangan mencari 'Kambing hitam menyalahkan orang lain atas keterpurukan Partai Hanura pada Pemilu 2019.

Karena menurutnya, keterpurukan Partai Hanura pada Pemilu 2019, tidak terlepas dari kapabilitas dan kwalitas serta tanggung jawab OSO sebagai ketua DPP, yang menurutnya tidak memiliki kepemimpinan yang baik dalam memimpin Hanura.

"Kebesaran partai Hanura itu seharusnya ditangan Ketua DPP dan pengurusnya ditingkat DPD dan DPC hingga ke tingkat terendah. Jadi OSO jangan cari kambing hitam yang menyalahkan pak Wiranto atas terpuruknya Partai Hanura di Pemilu 2019,"ujar Albert Sutan pada BATAMTODAY.COM di Tanjungpinang, Jumat,(17/5/2019).

Albert yang mengaku sebagai pemegang mandat SK Ketua DPD Hanura Kepri versi Ketua Umum DPP Daryatmo dan Sekjen Sarifudin Suding ini juga mengatakan, dari pengalaman Pemilu 2019 itu, harusnya OSO bertobat, dan kembali ke jalan yang benar dan jangan lagi mengurusi partai Hanura.

"Karena sudah gagal, harusnya dia tobat dan jangan lagi mengurusi partai Hanura. Biarkan kader Hanura versi Munas Bambu Apus (BA) aja yang mengurus Hanura,"ujarnya.

Hingga saat ini sambung Albert, kader militan Hanura dalam kepengurusan ketua DPP Daryiatmo dan Syarifudin Suding sebagai sekjen versi BA, masih tetap solid memperjuangkan Hanura di Kepri, mulai dari DPP hingga ke lini bawah.

Keterpurukan Hanura di Pemilu 2019 ini hingga tidak masuk dalam parlemantary treashoold sebut dia, juga membuktikan, ketokohan OSO dibandingkan Wiranto masih jauh dalam mengurus dan merekrut kader partai Hanura di DPP hingga ke lini bawah.

"Selain Ketua umum di tingkat DPP, anggota dan pengurus persinya ditingmat daerah, juga harus bertanggung jawab di seluruh Indonesia,"sebut Albert.

Tantangan Hanura saat ini, kata Albert, bukan pada partai yang baru muncul, tetapi yang paling utama adalah perlawanan didalam Internal partai Hanura sendiri.

Hal itu dikatakan, akibat konflik internal dan OSO sibuk mengurus penconan diri pribadinya sebagai anggota DPD hingga tidak memikirkan partai Hanura.

"Dia sibuk dengan pencalonan dirinya sebagai DPD yang memanfaatkan kader Hanura. Dan OSO sendiri tidak percaya dengan partai Hanura,"sebut Albert.

"Jadi kami harapkan, OSO jangan mencari kambing hitam, apa lagi menyalahkan yang lain. Kalau mau cari kambing hitam yang mau dikorbankan, nanti Hari Raya Idul Adha saja,"ujarnya lagi.

Kedepan sebut Albert, dengan arahan dari ketua dan pengurus DPP Hanura pusat. Pihaknya akan segera merapatkan barisan, menata kembali masa depan Hanura di Indonesia, sebagai partai yang akan terus memperjuangkan Hati Nurani Rakyat.

Sebagai mana dikerahui, Partai Hamura yang merupakan Besutan mantan Panglima TNI Wiranto, pada Pemilu 2019 dipastikan tidak lolos dalam ambang batas parlementary trasthoold 4 persen Pemilu 2019 dan tidak memiliki wakil parpol yang duduk di DPR-RI.

Hal yang sama, juga di alami Hanura Kepri, dari 5 kursi kader Hanura sebelumnya yang duduk di DPRD Kepri, pada Pemilu 2019 tinggal hanya 4 kursi, hal yang sama juga terjadi di DPRD Kabupaten/kota lainya di Kepri.

Editor: Surya