PKP

Safari Ramadhan

Plh Sekda Kepri Sebut Warga Binaan Butuh Pemahaman Agama
Oleh : Charles Sitompul
Kamis | 16-05-2019 | 12:52 WIB
lapas-narkoba.jpg honda-batam
Foto bersama saat kegiatan safari ke Lapas Narkotika Tanjungpinang. (Charles)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Warga binaan yang berada di Lapas Narkotika Tanjungpinang perlu mendapatkan siraman rohami. Apalagi saat ini bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan. Salah satunya dengan kegiatan pesantren kilat yang sangat penting diikuti oleh warga binaan. Terlebih dengan tujuan untuk memberikan wawasan keagamaan yang bisa dijadikan bekal untuk dunia serta kehidupan akhirat kelak.

Demikian disampaikan Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Raja Ariza, saat memberikan sambutan pembukaan Pesantren Kilat Ramadhan bagi warga binaan pemasyarakatan di Lapas Narkotika, Batu 18, Tanjungpinang, Rabu (15/5) petang. Hal ini juga rangkaian kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Kepri untuk mengunjungi berbagai tempat.

“Pemerintah Provinsi Kepri sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan berharap agar kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan. Tentunya kita berharap warga binaan, setelah mengikuti kegiatan ini bisa mendapatkan ilmu yang berguna dalam kehidupan sehari-hari dan juga dapat bermanfaat untuk kehidupan mereka setelah bebas kelak,” kata Ariza.

Raja Ariza juga berharap, kegiatan ini bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya, dan semua warga binaan harus dengan serius mengikuti kegiatan positif ini. Karena dengan belajar agama bisa membedakan mana yang benar dan mana perbuatan yang salah. Ditambahkannya, pada bulan Ramadhan ini ganjaran pahala akan diberikan berkali lipat maka umat harus semangat memacu ibadahnya.

“Kegiatan ini harus terus dilakukan untuk warga binaan, karena mereka butuh pendidikan agama sebagai bentuk untuk menyadarkan mereka kembali kejalan yang benar. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan sukses, menghasilkan peserta yang semakin kuat pemahaman agamanya sehingga ketika telah selesai masa tahanan bisa diterima oleh masyarakat dan tidak kembali terjerumus ke Narkoba, yang tentunya sangat merugikan,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Kepala Lapas Kelas II A Tanjungpinang, Misbahudin mengatakan, adapun tujuan mengadakan pesantren kilat ini yaitu untuk melakukan pembinaan spritual terhadap narapidana, agar bisa menuju ke jalan yang lebih baik dan benar sehingga bisa menjadi manusia seutuhnya di kehidupan masayarakat kahalayak ramai.

“Dengan adanya pesantren kilat ini, juga diharapkan kepada narapida bisa meningkatkan keimananan dan ketakwaan,” ungkap Misbahudin.

Dirinya melaporkan, pesantren kilat ini akan diadakan selama tujuh hari, dimulai pada tanggal 16 s/d 23 Mei 2019 mendatang. Serta, diikuti 50 peserta dengan materi Alquran dan Hadist, cara bertaubat, tauhid, tafsir serta materi agama lainnya.

“Untuk tenaga pengajarnya berasal dari Kementerian Agama Kabupaten Bintan. Mudah-mudahan pesantren kilat ini berjalan lancar, sehingga bisa membuat narapidana sadar dan bisa berubah apabila keluar dari tahanan,” ujarnya.

Dalam agenda pembukaan pesantren kilat ini, juga disejalankan dengan penandatanganan Baznas Provinsi Kepri tentang pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan adanya siraman rohani yang diisi oleh Ustad Dedi Sanjaya, dan diakhiri dengan buka bersama.

Turut hadir dalam acara tersebut, yakni Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, didampingi oleh Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Marzul Hendri, serta perwakilan dari Kapolres Tanjungpinang, Kapolres Bintan, dan perwakilan dari Dandim 0315 Bintan.

Editor: Chandra