PKP

Kondisi Dermaga Antar Pulau Parit dan Tulang di Karimun Memperihatinkan
Oleh : Wandy
Selasa | 16-04-2019 | 11:16 WIB
dermaga.jpg honda-batam
Pelabuhan Antar Pulau Parit dan Tulang di Belaky Hotel Gabion Karimun. (Wandy)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Karimun Fajar Horison, mengaku kondisi dermaga pelabuhan kapal boat pancung di belakang Hotel Gabion, Kelurahan Tanjungbalai Kota, Kecamatan Karimun cukup memperihatinkan.

Pelabuhan tersebut, digunakan sebagai akses turun naiknya penumpang rute Tanjungbalai Karimun-Pulau Parit, Tanjungbalai Karimun-Pulau Tulang dan Tanjungbalai Karimun-Gunung Papan.

"Kalau kita lihat kondisi pelabuhan belakang Hotel Gabion dengan tujuan beberapa pulau sudah parah. Kayu-kayu pelantar tersebut sudah banyak yang lapuk. Sewaktu-waktu, bisa saja rubuh dan ini bisa jadi bom waktu," kata Fajar, saat ditemui di rumah dinas Bupati Karimun, Selasa (16/4/2019) pagi.

Fajar menerangkan, guna mengantisipasi hal tersebut, Ia meminta kepada nahkoda kapal boat pancung agar dapat memanfaatkan pelabuhan di belakang Pasar Sri Karimun, sebagai lokasi menurunkan atau menaikan penumpang.

"Kita sudah menghimbau kepada penumpang dengan tujuan Pulau Parit dan Tulang agar naik di Sri Karimun. Kita sudah memberitahukan sejak kemarin. Bahkan, hal ini telah kita sosialisasikan sejak dua bulan lalu dengan tujuan masyarakat, nahkoda serta melalui Kepala Desa Parit dan Tulang," terangnya.

Dikatakan Fajar, pemerintah daerah juga tidak bisa melakukan perbaikan dermaga di samping Hotel Gabion, karena pelabuhan tersebut masih dibawah kewenangan LKMD setempat.

"Kita maunya dermaga itu diserahkan ke kita, agar bisa kita perbaiki. Saat ini bukan kewenangan kita, maka sulit untuk kita perbaiki," tambahnya.

Faktor keselamatan penumpang di dermaga Gabion memang harus diperhatikan. Pasalnya beberapa waktu lalu, bagian dermaga menuju pelabuhan sempat rubuh. Bahkan beberapa orang ikut terjatuh ke dalam laut akibat peristiwa tersebut.

"Kita tidak menginginkan kejadian yang dulu terulang kembali, karena keselamatan penumpang bukan hanya saat berlayar saja, melainkan kondisi pelantar dan pelabuhan juga harus diperhatikan," terangnya.

Editor: Chandra