PKP

Direksi BUP PT Pelabuhan Kepri Belum Juga Kompak Maksimalkan Kinerja
Oleh : Ismail
Senin | 15-04-2019 | 16:16 WIB
dirut-bup-kepri11.jpg honda-batam
Ketiga Direksi BUP dan Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemprov Kepri Syamsul Bahrum tampak kompak usai pelaksanaan RUPS di Kantor Gubernur Kepri Pulau Dompak pada 19 Maret lalu. (Foto: Ismail)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Setelah diberikan waktu untuk memperbaiki kinerja selama satu bulan. Namun, nyatanya kinerja direksi Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri belum juga maksimal.

Masih kurang akurnya para direksi menjadi penyebab utama tidak maksimalnya kinerja BUP PT Pelabuhan Kepri.

Direktur Operasional PT Pelabuhan Kepri Rio Onasis mengungkapkan, pasca dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS) untuk membereskan masalah internal perusahaan pada 19 Maret lalu, para direksi masih belum akur.

Padahal, hasil RUPS tersebut direkomendasikan agar diberikan waktu satu bulan untuk memperbaiki segala permasalahan internal.

"Masih seperti dulu, belum cocok dan berjalan masing-masing," kata Rio di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, belum lama ini.

Menurutnya, antara Direktur Utama Darmansyah, dan Direktur Keuangan Widrasto Dwi Guntoro dan dirinya sendiri juga belum cukup kompak untuk memperbaiki permasalah di tubuh BUP.

Keadaan di dalamnya masih tetap berseteru dan masih jalan sendiri-sendiri tanpa memikirkan kemajuan perusahaan. Adapun kisruh di internal PT Pelabuhan Kepri terjadi sejak awal pengangkatan atau pelantikan, bahkan hingga sudah berjalan satu tahun kepengurusannya, ketiganya masih tetap belum akur.

Nah, untuk menindaklanjuti persoalan itu, Rio mengaku akan mengadukan hal itu ke Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri TS Arif Fadillah.

Ia menegaskan, saat RUPS luar biasa itu, memang seakan ketiga direktur ini kompak dan bahkan siap menjalankan rekomendasi dan keputusan RUPS. Namun, seiring berjalannya waktu dan batas waktu yang telah ditetapkan selama satu bulan akan habis belum tercipta kekompakan dalam menjalankan roda perusahaan ini.

"Ya bagaimana, Dirut maunya jalan sendiri. Kami juga jalan sendiri. Kemarin saat RUPS benar hanya kamuflase saja akur di hadapan pengurus dan komisaris, kenyatannya berantakan. Saya buka saja, biar jelas permasalahannya," tegasnya.

Terpisah Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemprov Kepri Syamsul Bahrum menanggapi hal ini mengatakan, bahwa saat ini sudah ada kemajuan. Namun hal masalah di internal tanyakan langsung ke Komisaris Utama BUP Huzrin Hood yang memang menangani permasalahan ini.

"Katanya sudah baikan keriga direjtur PT Pelabuhan Kepri itu dan sudah berjalan perusahan itu," kata Syamsul Bahrum singkat di Gedung Daerah akhir pekan kemarin.

Di tempat yang sama Komisaris Utama BUP PT Pelabuhan Kepri Huzrin Hood mengatakan, saat ini sudah ada kemajuan pengurus perusahan ini walau sedikit. Hal itu dengan telah diterimannya Rencana Kerja Perusahan (RKP).

"Saya baru menerima RKP dari mereka, dan dalam waktu dekat ini saya akan memeriksa dan membahasnya apakah sudah memenuhi kriteria dan syarat sebuah RKP atau belum," katanya.

Memang dalam RUPS itu sudah ada keputusan, memberikan waktu satu bulan bagi mereka untuk berbenah, termasuk dalam kekompakan dalam menjalankan perusahaan ini.

Terkait hal ini tegasnya, memang dirinya belum mengetahui pasti, apakah benar tiga pengurus perusahaan itu menjalankan apa yang menjadi rekomendasi dan juga janji dari ketiga pengurus yang akan berubah dan akan kompak.

"Mereka dalam RUPS itu berjanji akan melakukan perubahan dan konflik di internal akan diakhiri demi perusahan ini. Kalau memang mereka melanggar, kan sudah ada penegasan akan dilakukan pemecatan. Kita lihat saja nanti setelah RKP ini dibahas," tegasnya.

Editor: Yudha