PKP

Tingkatkan Pelayanan, PGN Luncurkan Gaslink di Batam
Oleh : Nando Sirait
Kamis | 14-03-2019 | 16:04 WIB
pgn-gaslink1.jpg honda-batam
Kiri ke kanan : Corporate Secreatry Gagas, Febrilian Hindarto. General Manager Harris Resort, Mufrani. Area Head PGN Batam, Wendy Purwanto. (Foto: Nando)

BATAMTODAY.COM, Batam - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) meluncurkan pelayanan Gaslink untuk wilayah Batam dalam rangka memperluas pemanfaatan gas bumi di berbagai daerah.

Gaslink adalah produk Compressed Natural Gas (CNG) yang menggunakan teknologi Gas Transportation Module (GTM) atau Gaslink Truck. Gaslink merupakan solusi penyediaan gas bumi untuk lokasi yang belum dapat dilayani oleh jaringan pipa distribusi gas bumi.

Area Head PGN Batam, Wendy Purwanto mengungkapkan penyediaan Gaslink di Batam merupakan bagian dari ekspansi pasar. Selain itu, lanjutnya, langkah ini juga sebagai upaya peningkatan layanan PGN kepada masyarakat untuk penyediaan energi gas bumi hemat dan ramah lingkungan ke sektor komersial/industri yang belum bisa dilayani melalui jaringan pipa.

"Jumlah Gaslink Truck yang akan menopang layanan PGN di Batam sebanyak 4 unit, yang terdiri dari 3 unit ukuran 10 feet dan 1 unit ukuran 5 feet," ungkapnya, Kamis (14/3/2019) siang.

Ia menambahkan, saat ini Gaslink sudah tersebar hampir di seluruh wilayah operasional Gagas seperti Jabodetabek, Sukabumi, Serang, Cilegon, Yogakarta, Sidoarjo, Surabaya, Lawang (Malang) hingga terakhir Batam.

Untuk pengoperasian Gaslink di Batam sendiri, PGN telah menyiapkan investasi berupa penyediaan SPBG senilai US$2 juta sampai US$3 juta. Sedangkan nilai investasi untuk GTM dan unit cradle bisa mencapai Rp 1 miliar.

Sementara itu, Corporate Secreatry Gagas, Febrilian Hindarto, menambahkan saat ini Gagas secara total telah mengelola 12 SPBG dan 4 MRU. Sedangkan pelanggan Gaslink saat ini per Februari 2019 sudah mencapai 84 pelanggan, yang terdiri dari pelanggan industri dan komersial.

Febrilian mengatakan, Gagas sementara ini akan fokus pada optimalisasi infrastruktur SPBG/MS yang sdh ada.

“Namun tidak menutup kemungkinan apabila di perjalanan nanti dinamika usaha berubah, Gagas akan mengkaji untuk melakukan pembangunan SPBG/MS baru,” ujarnya.

Editor: Yudha