PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Bangsa Pluralistik yang Terdiri dari Berbagai Suku dan Etnis
Oleh : Nando
Selasa | 29-01-2019 | 15:16 WIB
haripinto_pilar_jan.jpg honda-batam
Senator Haripinto Tanuwidjaja saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar kepada masyaralat RT 02/RW 10 Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam

BATAMTODAY.COM, Batam - Senator Haripinto Tanuwdjaja, Anggota DPD RI asal Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan, bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa atau etnik, sehingga negara Indonesia dikenal sebagai bangsa yang pluralistik.

"Bangsa Indonesia yang telah bernegara sekarang ini terdiri atas berbagai suku bangsa atau etnik. Karena terdiri atas banyak bangsa atau suku bangsa, negara Indonesia dikenal sebagai bangsa yang pluralistik," kata Haripinto saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar kepada masyaralat RT 02/RW 10 Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam pada 20 Januari 2019 lalu.

Menurut dia, suku-suku bangsa yang ada di Indonesia memiliki ikatan etnik atau ikatan primordial, seperti kesatuan ras, budaya, agama, bahasa, dan tradisi. Meski demikian, bangsa Indonesia dapat bersatu bukan karena ikatan primordial, melainkan karena perasaan satu nasib dan cita-cita bersama. Inilah yang menumbuhkan nasionalisme Indonesia.

"Sehingga semangat kebangsaan (nasionalisme) perlu dibangun dan dikembangkan sebagai perekat-perekat nasionalisme. Perekat nasionalisme itu mempunyai fungsi sebagai sarana pemersatu bangsa antara semua golongan dan kelompok masyarakat Indonesia," katanya.

Anggota Komite II DPD RI ini menilai hal–hal yang mendorong munculnya paham nasionalisme antara lain adanya campur tangan bangsa lain, misalnya penjajahan dalam wilayahnya serta adanya keinginan dan tekad bersama untuk melepaskan diri dari belenggu kekuasaan absolut.

"Hal itu agar manusia mendapatkan hak–haknya secara wajar sebagai warga negara dan ikatan rasa senasib dan seperjuangan yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah yang mempunyai hasrat bersama untuk mencapai kesatuan, kemerdekaan, keaslian dan kehormatan bangsa itu sendiri," katanya.

Karena itu, perlu dikembangkan kerukunan hidup dengan sebaik-baiknya, agar mewujudkan kedamaian dan rasa aman bila setiap warga negara memahami makna Bhinneka Tunggal Ika, meyakininya sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara serta mau dan mampu mengimplementasikannya secara tepat dan benar.

"Perlu pendekatan atau sosialisasi ke masyarakat dengan program yang teratur, terjadwal dan terarah. Setiap anak bangsa dan aparatur negara harus berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh dan menyeluruh demi kepentingan bangsa, termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga negara, sehingga tujuan untuk mengimplementasikan kesadaran wawasan nusantara dapat terwujud dalam kehidupan nasional," katanya.

Haripinto menilai ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan wawasan nusantara yaitu pelaksanaan kehidupan politik yang diatur dalam undang-undang, seperti UU partai Politik, UU Pemilihan Umum, dan UU Pemilihan Presiden.

Editor: Surya