PKP

Pemeriksaan Awak Maskapai Ethiopian Airlines Ditunda Hingga Besok
Oleh : Putra Gema
Senin | 14-01-2019 | 19:52 WIB
cargo-ethopia.jpg honda-batam
Ethiopian Airlines jenis kargo Boeing B777 dengan nomor register ET-AVN memasuki wilayah udara Indonesia secara ilegal. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemeriksaan lima awak maskapai Ethiopian Airlines oleh Personil TNI Angkatan Udara dari Lanud Raja Haji Fisabilillah (RHF), ditunda.

Pemeriksaan kelima awak maskapai yang dilaksanakan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam ini ditunda pada pukul 19.00 WIB dan akan dilanjutkan pada besok pagi, Selasa (15/1/2019).

Kepala Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, penundaan pemeriksaan ini membuat kelima awak maskapai Ethiopian Airlines jenis kargo Boeing B777 dengan nomor register ET-AVN harus diinapkan di Kota Batam.

"Kelima awak maskapai ini kami inapkan pada salah satu hotel yang ada di Kota Batam sampai dengan pemeriksaan mereka selesai," kata Suwarso, melalui telepon selulernya, Senin (14/1/2019) malam.

Suwarso menjelaskan, pesawat asal Ethiopia ini berangkat dari Addis Ababa, ibukota Ethiopia dengan tujuan Hong Kong. Maskapai ini memasuki wilayah udara Indonesia tanpa bisa menyebutkan izin atau FC setelah dihubungi oleh otoritas navigasi udara Indonesia (AirNav) melalui komunikasi radio.

"Mendapati hal itu, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) segera memerintahkan dua pesawat tempur F-16 dari Skardon Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru untuk melakukan identifikasi visual dan penyergapan," ujarnya.

Ketika dua pesawat F-16 mendapatkan visual, lanjut Suwarso, pihak TNI-AU langsung meminta maskapai asing tersebut untuk mendaratkan pesawatnya di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. "Mendaratnya tadi pagi pukul 09.33 WIB," lanjutnya.

Suwarso juga menambahkan, pihaknya sampai saat ini belum bisa memberi keterangan terkait barang apa yang dibawa oleh pesawat tersebut.

"Kalau untuk barang bawaan pesawat kargo itu masih belum saya ketahui, kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari TNI AU. Mungkin besok pihaknya akan memberikan keterangan secara terbuka," tutupnya.

Editor: Gokli