AKBP Ucok Beri Tips Menjadi Seorang Pemimpin kepada Mahasiwa UMRAH
Oleh : Hadli
Senin | 26-11-2018 | 09:04 WIB
ucok-umrah.jpg honda-batam
Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi saat menyampaikan materi pada Seminar Kebangsaan dan Latihan Dasar Kepemimpinan kepada mahasiswa UMRAH di Lanudal Tanjungpinang, Sabtu (24/11/2018). (Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi memberikan tips menjadi seorang pemimpin kepada Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

Seminar Kebangsaan dan Latihan Dasar Kepemimpinan ini disampaikan AKBP Ucok di Lanudal Tanjungpinang, Jalan Adi Sucipto melalui tema bertajuk 'Membangun Negeri dengan Suara Mahasiswa Sebagai Pemimpin Idaman Masa Depan yang Berintegritas Tinggi, Berjiwa Nasional dan Berintelektual'.

"Sebelum membahas apa itu pemimpin, kita perlu memahami terleboh dahulu 3 pengertian dan pengetahuan mendasar tentang kepemimpinan, manajemen serta organisasi," kata mantan Kapolres Lingga ini, Sabtu (24/11/2018).

Kepemimpinan, tambahanya adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Manajemen yakni kemampuan mengelola sumber daya melalui serangkaian bentuk perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian untuk mencapai suatu tujuan secara bersama, sedangkan Organisasi merupakan suatu wadah untuk berkumpul dilandasi pada kesamaan tujuan.

"Kepemimpinan itu sebenarnya telah hadir di dalam diri kita. Pemimpin itu sukses karena dapat bekerjasama dengan anggotanya. Pimimpin itu bertanggungjawab sepenuhnya dalam suatu kegiatan. Pemimpin bangsa membutuhkan pemimpin yang cerdas, mau mendengar dan menjadi teladan dengan memberi contoh dalam berkata dan bertindak," papar Kapolres Tangjungpijang ini.

Lanjutnya, para mahasiswa diproyeksikan sebagai seorang pemimpin nasional, untuk menjadi pemimpin nasional maka pengetahuan dan penguasaan secara mendalam tentang wawasan kebangsaan sebagai suatu doktrin nasional (wawasan Nusantara) wajib dimiliki.

Ketika seorang pemimpin dapat mempengaruhi orang lain, maka hal tersebut tidak bisa dilakukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga karena sesesorang memiliki kemampuan, wawasan dan memberikan contoh atau suri tauladan (lead by the example) dalam berbagai tindakan.

Seorang pemimpin jangan hanya banyak bicara, lebih banyak mendengar dan mengambil keputusan yang tepat. "Wawasan kebangsaan adalah kemampuan mendalam untuk melihat lingkungan strategis dan pengaruhnya terhadap keutuhan wilayah dan sumber daya Indonesia. Dengan pengetahuan tersebut maka pengelolaan wilayah dan pemberdayaan sumber daya yang ada di Indonesia diharapkan mampu dilakukan dengan berpedoman pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika (4 Pilar Kebangsaan)," jelas dia.

Penerapan nilai-nilai tersebut, tambahnya, dalam kehidupan kampus, bermasyarakat, lingkungan kerja dan di manapun berada perlu dimunculkan sebagai suatu kebanggaan. Para mahasiswa sebagai sosok pemimpin wajib menguasai dan mengamalkan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan Indonesia.

Nilai-nilai dasar yang ada pada seseorang yang memiliki wawasan kebangsaan, yaitu Nilai Pengorbanan, Nilai Kesetaraan, Nilai Kekeluargaan. "Sebagai suatu bangsa, Indonesia telah berhasil menunjukan kepada dunia sikap nasionalismenya. Bangsa Indonesia mampu mereduksi munculnya etno nasionalisme menjadi nasionalisme kebangsaan," jelasnya.

Seminar Kebangsaan dan Latihan Dasar Kepemimpinan ini dihadiri Asopmar Lantamal IV, Letkol Laut (KH) Syafruddin Amir, Pasop Lanudal Tanjungpinang, Kapten Laut (P) Sinar Alexander Sitorus, Tengku Said Raja yang mewakili Dekan FIKP UMRAH, Kajur BDP UMRAH Wiwin Kusuma Admaja Putra, Ketua HMJ BDP Muhammad Yusuf serta lebih kurang 100 orang Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH.

Seminar juga meberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya. Putri Sartika bertanya kepada Kapolres, bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik untuk orang banyak?

Pertanyaan untuk Kapolres juga disampaikan Yanyo. Dalam pertanyaannya bagaimana menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana?

"Cara menjadi pemimpin yang baik untuk orang banyak, kita harus mengenali beberapa hal ketika memimpin sebuah organisasi, lingkungan, kemampuan komunikasi, orang yang kita pimpin serta target atau pencapaian. Kemampuan pemimpin di satu sisi sejalan dengan kemampuan sebagai manajer di sisi lain. Kita harus mengetahui, mengenali berbagai sumber daya manajerial dan mengelolanya secara efektif melalui serangkaian giat P.O.A.C," paparnya.

Sebagai pemimpin dan manajer sebuah organisasi, tambahnya kembali, sebut saja Polres Tanjungpinang. "Saya harus mampu menggerakan berbagai pihak di internal dan eksternal kesatuan Polres sebagai tangan dan kaki yang digerak secara selaras untuk meraih target visi Organisasi Polri menuju Polri yang Promoter (Profesional, Modern dan terpercaya)," kata dia.

Bagaimana menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana? "Pemimpin yang adil harus memiliki empati dan memiliki kerakter kepemimpinan yang mau mendengar, bekerjasama dan menjadi contoh teladan," tutupnya.

Editor: Gokli