PKP

Merubah Perilaku Generasi Muda Anambas Peduli Lingkungan
Oleh : Alfredy Silalahi
Sabtu | 24-11-2018 | 13:40 WIB
festival-dokumenter11.jpg honda-batam
Latipah Hendarti saat menyampaikan konsep mengubah perilaku generasi muda untuk peduli lingkungan. (Foto: Alfredy)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Perwakilan DaTara Foundation salah satu lembaga peduli lingkungan memiliki konsep dalam pendampingan sekolah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian kebersihan lingkungan.

Bahkan konsep tersebut diakui menjadi kunci keberhasilan SD 003 Tarempa, Kecamatan Siantan masuk nominasi adiwiyata tingkat nasional.

"Konsep pertama adalah segitiga cinta. Cinta kepada Sang Pencipta, cinta kepada sesama manusia dan cinta terhadap alam. Cinta kepada Sang Pencipta sudah diterapkan, cinta kepada sesama manusia juga sudah, yang sulit itu cinta alam yang banyak diucapkan tetapi tidak dilaksanakan," ujar Latipah Hendarti, Perwakilan DeTara Foundation, Sabtu (24/11/2018) di Aula SD 01 Tarempa, saat memberikan kata sambutan pada Festival Film Dokumenter Peduli Lingkungan tingkat pelajar dan tenaga pendidik.

Latipah menegaskan, Sang Pencipta telah mengingatkan jangan merusak bumi. Ini yang kerap menjadi permasalahan di tengah-tengah masyarakat.

"Pola ini yang harus diubah, kita harus benar-benar menjaga kelestarian lingkungan, agar bumi tidak rusak. Tak mungkin Latipah sendiri menjaga kebersihan di bumi ini. Tetapi kita semua harus menjaganya," tegasnya.

Konsep kedua, yakni menggalakkan gerakan aksi untuk lingkungan (Gaul) kepada generasi muda. Dengan harapan menular kepada seluruh masyarakat.

"Gaul juga salah satu konsep untuk menjaga kelestarian lingkungan. Jadi masyarakat maupun orangtua jangan tersinggung ketika diingatkan anak sekolah tidak membuang sampah sembarangan," jelasnya.

Latifah menambahkan, perilaku pelajar saat ini harus diteladani. Pasalnya sejumlah sekolah yang sudah mengikuti adiwiyata telah menerapkan reduce, reuse dan recylce.

"Sejumlah sekolah adiwiyata telah dilatih untuk mengurangi pemakaian plastik, tissue, sedotan, botol kemasan, bungkus nasi (sterefoam). Jadi kita sarankan untuk membawa botol minuman, tempat makan, sendok, dan minum tanpa sedotan. Ini juga konsep untuk menjaga kelestarian lingkungan," jelasnya.

Dan yang terakhir, kata Latipah, mengubah pola atau perilaku masyarakat harus tersedia tempat sampah. "Jadi tong sampah harus ada 3 jenis. Dan sejauh ini sudah terlaksana. Mudah-mudahan dengan aksi secuil ini, Anambas bersih dan sehat," jelasnya.

Editor: Yudha