Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Mejelang Imblek Banyak Makanan Kadaluarsa

BPOM Intai Pengusaha dan Pedagang Bandel
Oleh : Ali
Senin | 17-01-2011 | 16:38 WIB
Kepala_BPOM_Kepri_Nyoman_Suhendri.JPG Honda-Batam

Kepala Badan pengawasan obat dan makanan (BPOM) Kepri, I Gde Nyoman Suwandi, (foto: Ali).

Batam,batamtoday - Disinyalir menjelang imblek banyak pengusaha dan pedagang melakukan cuci gudang dengan menjual produk Impor makanan kadaluarsa dan tidak memiliki ijin edar. Mengantispasi trend itu, maka  BPOM Kepri akan melakukan pengawasan yang ketat untuk mengantisipasi beredarnya makanan asal China.

Kepala Badan pengawasan obat dan makanan (BPPOM) Kepri, I Gde Nyoman Suwandi menghimbau kepada masyarakat Kepri khususnya Batam, agar selalu waspada terhadap makanan yang akan dibeli.

"Sebelum membeli, terlebih dahulu harus diperiksa kemasannya, tanggal kadarluarsa, dan jangan mudah percaya dengan produk yang dijual murah, karena bisa saja produk itu sudah kadaluarsa dan dikemas kembali," ujar Nyoman kepada wartawan, Senin 17 Januari 2011.
 
Untuk mengantisipasi banyaknya makanan kadaluarsa dan yang tidak memiliki ijin edar, BPOM telah membentuk tim untuk mengawasi pengusaha dan pedagang yang nakal.

Selain itu, lanjut Nyoman, BPOM juga akan melakukan pengawasan terhadap parcel-parcel yang berisikan makanan produk China tanpa ijin edar. Bahkan dalam operasi yang telah dilakukan beberapa kali, tim sudah menemukan dan mengamankan produk-produk asal China dan makanan kadaluarsa yang sudah sempat diedarkan.

Dijelaskan Nyoman, dalam melakukan pengawasan produk-produk makanan kadaluarsa dan tanpa izin edar, BPOM bekerjasama dengan Disperindag dan Dinas Kesehatan.

Sedangkan kepada pengusaha dan pedagang yang masih bandel mengedarkan makanan kadaluarsa dan tidak memiliki ijin edar, kepada mereka akan deberikan peringatan sebanyak 3 kali.

"Untuk pengusaha dan pedagang yang masih bandel menjual makanan kadaluarsa dan yang tidak memiliki ijin edar, maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," ungkap Nyoman.