Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kata Dokter, Bedong dan Baby Walker Pengaruhi Tulang Bayi
Oleh : Redaksi
Rabu | 08-08-2018 | 11:40 WIB
bayi-dibedong.jpg Honda-Batam
Ilustasi bayi sedang dibedong. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Masyarakat Indonesia punya kebiasaan unik yang dilakukan pada bayi-bayi yang baru lahir. Demi menghangatkan tubuh bayi sekaligus menjaga kaki agar tetap lurus, para orang tua kadang melilit tubuh bayinya dengan kain atau dibedong. Namun jika ditinjau dari segi medis, kebiasaan membedong bayi ternyata tidak dianjurkan oleh dokter.

 

Menurut dokter spesialis ortopedi anak Faisal Miraj, bedong memang bisa merapatkan kaki namun menimbulkan risiko dislokasi panggul. "Kaki yang rapat membuat posisi sendi panggul menghadap ke luar. Akibatnya bonggol panggul tidak berada di posisi mangkok panggul," jelasnya dalam sebuah diskusi, Selasa (7/8).

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya ini juga mengingatkan agar orang tua jeli mengamati bentuk paha dan kaki bayinya. Apabila pada kedua paha bayi terbentuk lipatan kulit yang jumlahnya tidak sama, maka perlu dicurigai kemungkinan adanya masalah di sendi panggul. "Misalkan di paha kiri ada dua lipatan sedangkan paha kanan tiga lipatan, maka orang tua perlu curiga," imbuhnya.

Selain membedong, ada lagi kebiasaan yang sebaiknya dihindari orang tua pada buah hatinya yaitu memberikan baby walker. Baby walker memang berguna untuk merangsang respons anak agar cepat berjalan. Namun jika anak terlalu cepat dirangsang berjalan, hal itu menjadi salah satu penyebab tungkai kaki anak membentuk huruf O.

Bayi dan balita memiliki urat-urat yang masih lentur. Urat mulai mengencang ketika mereka berada di rentang usia dua hingga tiga tahun. Apabila terlalu dini diajar berjalan, maka kaki-kaki anak terpaksa menahan berat tubuhnya. Kondisi ini mengakibatkan urat tertekan ke arah luar dan membuat kaki berbentuk O.

Faisal mengingatkan setiap anak punya capaiannya masing-masing di setiap tahap perkembangan. Orang tua hendaknya sabar dan jangan memaksakan anaknya untuk segera bisa melakukan banyak hal. "Baby walker memang merangsang berjalan tapi kalau diberikan terlalu dini kaki anak bisa melengkung. Sampai hari ini penggunaan baby walker juga masih menjadi kontroversi," terang dia.

Sebagai panduan orang tua, Faisal menjelaskan pada kondisi normal anak mulai belajar berjalan di usia sembilan atau sepuluh bulan. Setelah menginjak usia setahun, anak dapat berjalan lebih tegak.

Sumber: Republika
Editor: Dardani