Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

5 Kebiasaan Pimicu Timbulnya Kanker Hati
Oleh : Redaksi
Rabu | 04-07-2018 | 11:04 WIB
kanker-hati-01.jpg Honda-Batam
Ilustrasi - Kanker hati. (Magic Mine/Shutterstock)

BATAMTODAY.COM, Batam - Hati merupakan salah satu organ terbesar dalam tubuh manusia, yang terletak di bawah paru-paru sebelah kanan. Hati memiliki fungsi penting dalam tubuh, yang utamanya adalah membuang racun keluar dari tubuh.

Salah satu ancaman serius terhadap kesehatan hati adalah kanker hati, yang memiliki angka harapan hidup rendah. Sayangnya, masih banyak yang tidak tahu bahwa ada beberapa kebiasaan yang dapat memicu timbulnya kanker hati.

Seperti jenis kanker lainnya, kanker hati juga memiliki faktor risiko tersendiri. Meski adanya faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker hati, tapi faktor risiko tersebut tidak 'menjamin' timbulnya kanker hati.

Ada beberapa kebiasaan yang berkaitan dengan timbulnya kanker hati. Oleh karenanya, kenali dan hindari untuk mencegah kanker hati.

1. Mengabaikan pencegahan dan pengobatan hepatitis

Infeksi hepatitis kronis, baik hepatitis B maupun hepatitis C, adalah penyebab utama munculnya kanker hati. Meski vaksin untuk hepatitis C belum ada, tapi untuk hepatitis B sudah tersedia.

Virus hepatitis dapat menular melalui hubungan seksual, menggunakan jarum terkontaminasi secara bergantian (misalnya pada pemakai narkoba suntik), dan penularan dari ibu ke anak saat persalinan. Oleh karena itu, sebagai pencegahan hindari aktivitas-aktivitas tersebut dan lakukan vaksin hepatitis B.

Baik hepatitis B dan hepatitis C berpotensi menimbulkan sirosis hati, yaitu timbulnya jaringan parut pada hati. Sirosis hati sendiri dapat berkembang menjadi kanker hati. Oleh karena itu, jika diketahui menderita hepatitis, maka Anda perlu memperhatikan pengobatannya. Dengan pengobatan yang sesuai, Anda tak hanya dapat mengurangi jumlah virus, tapi juga mengurangi kerusakan hati dan risiko timbulnya sirosis hati.

2. Konsumsi alkohol dalam jangka waktu panjang

Konsumsi alkohol secara berlebihan diketahui berdampak buruk terhadap tubuh, terutama hati. Konsumsi lebih dari lima unit alkohol per hari dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker hati. Selain itu, konsumsi alkohol berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabkan timbulnya sirosis hati, yang dapat berkembang menjadi kanker hati. Lebih jauh lagi, konsumsi alkohol juga dapat merusak DNA pada sel hati secara langsung, sehingga berkontribusi terhadap kemunculan kanker hati.

3. Para penderita diabetes tidak mengontrol gula darah

Ya, penderita diabetes lebih berisiko terkena kanker hati. Ini kemungkinan disebabkan kadar insulin pada penderita diabetes atau akibat kerusakan hati karena penyakit diabetes.

Saat ini sudah banyak tersedia obat-obatan untuk mengontrol gula darah bagi penderita diabetes. Jika gula darah Anda tinggi, sangat penting untuk rutin mengonsumsi obat dan melakukan kontrol gula darah untuk memantau perkembangan penyakit diabetes tersebut.

4. Gaya hidup seperti merokok dan dan obesitas

Gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok atau berat badan berlebih dapat menjadi faktor risiko terjadinya kanker hati. Jika Anda masih merokok, segera hentikan kebiasaan tidak baik ini sesegera mungkin. Atasi juga obesitas dengan pengaturan pola makan yang bergizi seimbang dan olahraga secara teratur.

5. Paparan zat kimia dan aflatoksin

Paparan berbagai zat kimia dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan terjadinya kanker hati. Misalnya aflatoksin, yaitu zat yang dihasilkan jamur dan bisa ditemukan pada gandum yang berjamur, kacang, jagung, kedelai, dan lain sebagainya. Zat lainnya seperti arsenik dapat ditemukan pada air sumur, yang jika zat ini dikonsumsi dalam jangka panjang dapat berisiko menimbulkan kanker hati. Waspadai juga zat kimia lain seperti vinyl chloride, polychlorinated biphenyl, dan trichloroethylene.

Begitu pentingnya fungsi dan tugas hati dalam tubuh, maka jagalah kesehatannya dengan menerapkan pola hidup sehat, serta berhenti melakukan sederet kebiasaan pemicu timbulnya kanker hati. Hati yang senantiasa sehat akan menyokong aktivitas dan produktivitas harian Anda, sehingga kualitas hidup pun tetap terjaga.

Sumber: Klikdokter.com
Editor: Gokli