Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Anggota DPRD, Unsur Muspida Pemko dan DPRD Sidak H

SMPN 28 Banjir Lagi, Siswa Pilih Pulang
Oleh : Ali
Kamis | 13-01-2011 | 15:35 WIB
smp_28_banjir.JPG Honda-Batam

Tampak siswa SMPN 28 duduk di depan gapura sekolah menunggu banjir surut. (foto Ali)

Batam, batamtoday - Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 28 Kota Batam di kawasan Taman Raya Batam Center lebih memilih untuk pualang daripada mengikuti mata pelajaran di sekolah, karena sekolah mereka terendam banjir lagi sejak Selasa (12/1) lalu.

Mereka memilih pulang karena takut terjatuh akibat banjir yang telah 3 hari melanda sekolah tersebut.

Renza (12), salah seorang siswi kelas 1 A mengaku takut untuk mengikuti mata pelajaran karena air masuk ke dalam ruangan kelas mereka.


"Takut mau mau belajar, airnya sampai masuk kedalam kelas kami, bahkan ada ikannya" kata Renza yang tinggal di BSI Batam Center kepada wartawan, Kamis (14/1)

Akibat banjir rutin yang melanda SMPN 28, Anggota DPRD Kota Batam Komisi IV bersama unsur Muspida Kota Batam yakni, Kepala Dinas Tata Kota Gintoyono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Yumasnur dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah tersebut.

Sidak yang dilakukan elemen pemerintah ini disesalkan para murid dan guru, karena para pejabat hanya berdiri sambil berkacak pinggang di depan gapura sekolah.

Kepada batamtoday, Muslim menyebutkan anjir yang terjadi di sekolah SMPN 28 akibat drainase yang tidak dapat menampung air dari perumahan sekitar.

"Kita bersama dinas terkait akan menyelesaikan permasalahan ini, tetapi persoalan ini tidak segampang itu," kata Muslim.

Menurut Muslim, letak lokasi sekolah di Batam selalu dapat di lokasi yang terendah dari pemukiman warga.

"Itu sudah syukur kita dapat lokasi," cetus Muslim.

Muslim meminta kepada masyarakat sekitar untuk dapat berfikir bersama-sama bagai mana dapat mengatasi permasalahan ini.

Muslim juga tidak mau menyalahkan instansi pemerintah lain yang ikut bertanggungjawab atas tragedi banjir rutin di SMPN 28 ini.

"Kita akan sama-sama menyelesaikan permasalahan ini, dari mana asal banjir ini," ujarnya menambahkan.

Semantar itu salah satu guru SMN 28 Tri Bandoho mengatakan, sebenarnya permasalahan banjir yang kerap terjadi di tempat sekolahnya mengajar telah melakukan koordinasi pada instansi pemerintah terkait, namun tidak ada tindak lanjutnya.

"Kita dari pihak sekolah telah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan  pemerintah, tetapi hingga saat ini tetap tidak ada perubahan," ungkap Bandoho.

Bandoho mengatakan, banjir yang terjadi selama 3 hari berturut-turut sampai masuk kedalam kelas yakni Kelas 2 D, 1a, 1B, 1C, sehingga membuat murid-muridnya tidak mau mengikuti mata pelajaran, dan lebih memilih untuk pulang.

"Sebagai pendidik kita siap untuk mengajar kapan pun dan dengan kondisi apa pun, tetapi kita tidak bisa memaksa anak-anak didik kita yang lebih memilih untuk pulang, karena situasi seperti ini," katanya.

Ia berharap, pemerintah kota lebih memperhatikan kondisi sekolah akibat banjir, dan dicari solusi yang tepat, bukan hanya sekedar janji belaka.