Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

OSO Ceramai Para Broker soal Pancasila sebagai Ideologi Negara Sudah Final
Oleh : Irawan
Rabu | 29-11-2017 | 17:56 WIB
oso_broker.gif Honda-Batam
Wakil Ketua MPR Oesman Sapta memberikan Sosialisasi Empat Pilar kepada ratusan broker dalam Asosiasi Real Estate Broker Indonesia

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Di hadapan ratusan broker yang terhimpun dalam Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengatakan Pancasila sebagai payung dan ideologi bangsa dan negara Indonesia sudah final.


"Pancasila adalah payung bagi semua. Sebagai payung bagi semua, maka Pancasila bisa menolak intervensi ideologi asing yang bertentangan, " kata Oesman Sapta saat sosialisasi Empat Pilar MPR di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Oso sapaan politisi dari Partai Hanura ini mengatakan, bangsa Indonesia saat ini tengah dikeroyok ideologi lain. Namun untungnya ada Pancasila senagai perisai yang menjaga keutuhan NKRI

"Makanya, saya meminta semua elemen bangsa ini, termasuk broker juga ikut menjaga Pancasila," tambahnya.

Dikatakan Ketua DPD RI itu bahwa saat ini sedang mencari pahlawan yang bisa mensejahterakan rakyat. Karenanya, dia mengajak pada semua untuk membangun bangsa untuk memperbaiki perekonomian.

"Salah satu pihak yang ikut menentukan pembangunan ekonomi adalah asosiasi broker," ujarnya.

Dikatakan di Eropa dan Singapura, keberadaan broker disegani. “Broker bukan hanya penghubung antara penjual dan pembeli namun juga sebagai pelindung,” ungkapnya sambil menambahkan, dari sinilah maka nilai broker sangat tinggi.

Lantas Oso membandingkan di Singapura dengan jumlah penduduk 3 juta jiwa namun memiliki broker 28.000, sedang di Indonesia dengan penduduk 250 juta jiwa, broker tak lebih dari 1 juta.

"Sepertinya ada kesalahan sistem. Sudah 20 tahun kok baru segitu? Kalian terlalu sabar dan pasrah," tambahnya.

Hal demikian menurut Oesman Sapta tak boleh terjadi. Dan, sebagai perantara antara penjual dan pembeli, broker harus mendaftarkan diri pada organisasi yang resmi.

"Kalau tidak berarti ia broker gelap sehingga yang dijual juga barang gelap," ungkapnya.

Di tengah massifnya pembangunan rumah, menurut Oesman Sapta, kehadiran broker dibutuhkan masyarakat. "Jadi peluang broker sangat tinggi," ujarnya.

Editor: Surya