PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Siasat Lukita Bereskan Lahan Terlantar di Batam
Oleh : Saibansah
Sabtu | 18-11-2017 | 17:50 WIB
pimpinan_baru_bp_batam.jpg honda-batam
Para pimpinan baru BP Batam saat baru tiba di Pulau Batam. (Foto: Kadin Batam)

KOMUNIKATIF bukan berarti lemah. Termasuk ketika pimpinan BP Batam memilih langkah komunikatif dalam menyelesaikan masalah lahan terlantar di Batam. Bagaimana siasat Lukita Dinarsyah Tuwo dalam membereskan ribuan hektar lahan terlantar di Batam? Berikut catatan wartawan BATAMTODAY.COM, Saibansah Dardani.

Usai sholat Jum'at, 17 November 2017, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dr Ir Lukita Dinarsyah Tuwo MA menerima kunjungan pengurus PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kepri.

Mereka itu adalah Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri yang juga Direktur Operasional Batam Pos, Candra Ibrahim dan Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Kepri yang juga Penanggung Jawab Tribun Batam, Richard Nainggolan.

Juga, Sekretaris PWI Kepri yang juga Pemimpin Redaksi (Pemred) BATAMTODAY.COM, Saibansah Dardani, Bendahara PWI Kepri yang juga Pemred WARTAKEPRI.CO.ID, Dedy Suwadha, Wakil Ketua Bidang UKW (Uji Kompetensi Wartawan) yang juga Pemred Haluan Kepri, Andi, Wakil Ketua PWI Kepri yang juga Pemred BATAMCLICK.COM, Novianto dan Ketua Bidang Budaya PWI Kepri yang juga Redaktur BATAMPOS, Yunus Suchari.

Banyak hal kami perbincangkan. Mulai dari kebijakannya membangun hubungan harmonis dengan semua pihak, termasuk dengan Pemerintah Kota Batam, strategi menarik investasi asing, mereformasi paradigma komunikasi publik dan harmonisasi hubungan dengan media, sampai dengan jurusnya membereskan lahan-lahan terlantar.

Khusus untuk pemilik lahan yang tidak kunjung dibangun, dan telah dicabut oleh mantan Kepala BP Batam Hatanto Reksodiputro, mereka dapat bernapas lega. Karena ternyata, Lukita menganulir kebijakan itu dan akan memanggil mereka lagi.

"Saya akan panggil mereka yang lahannya tidak dibangun dan yang lahannya dicabut, kita bicarakan lagi. Kalau mereka benar-benar ingin membangun, saya kembalikan alokasinya, tapi dengan syarat menandatangani perjanjian," ujar Lukita memaparkan jurusnya membereskan lahan terlantar di Batam.

Tidak hanya para pemilik lahan yang sudah dicabut alokasinya saja yang akan dipanggil, tapi juga mereka yang telah menyelesaikan semua prosedur tapi tak juga kunjung membangun karena tak punya modal. "Kami akan carikan investornya," tegas pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 25 September 1961 itu.

Syaratnya, lanjut Lukita, jika pemilik alokasi lahan itu mematok harga kerja sama dengan investor terlalu mahal sampai akhirnya kerjas ama itu batal, maka dirinya akan memberi SP-1. "Kita akan beri teguran, karena kita tidak mau tanah negara yang kita alokasikan kepada mereka itu, dipermainkan," tegasnya lagi.

Karena itulah, komunikatif bukan berarti lemah. Dan jurus komunikatif yang dipilih Lukita, jangan diartikan komandan baru BP Batam itu melemah, salah! Sebaliknya, dengan dua orang jenderal bintang satu dari TNI dan Polri, adalah sinyal kuat, bahwa pimpinan baru BP Batam ini bukanlah tim lemah. Jelas, komunikatif bukan berarti lemah!

Editor: Dardani