Puluhan Calon Pekerja ke Singapura Polisikan PT Dwi Indo Perkasa
Oleh : Romi Candra
Rabu | 15-03-2017 | 14:50 WIB
nikolaporpolisi.jpg

Niko memperlihatkan surat laporan polisi di Polsek Kota Batam. (Foto: Romi Candra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Puluhan orang mendatangi Polsek Batam Kota, Selasa (14/3/2017) sore, untuk membuat laporan dugaan penipuan yang dilakukan manajemen PT Dwi Indo Perkasa yang berada di Ruko Pasar Mega Legenda Batam.

Dari keterangan yang didapat, puluhan orang tersebut dijanjikan untuk disalurkan bekerja ke Singapura dan telah membayar sejumlah uang. Namun mereka tidak kunjung diberangkatkan.

Salah seorang korban, Niko Apriyanto, yang datang kembali untuk dimintai keterangan penyidik pada Rabu (15/3/2017), mengatakan, laporan yang ia buat bersama rekan-rekannya dikarenakan kekecewaan janji perusahaan yang tidak ditepati.

"Kami dijanjikan bekerja di Singapura, tapi tidak jadi berangkat. Sementara kami meminta uang dikembalikan, tapi banyak alasannya," ungkap Niko.

Menurutnya, dalam surat perjanjian yang ditulis, jika tidak jadi berangkat atauengundurkan diri, uang yang telah diberikan sebagai administrasi akan dikembalikan lagi.

"Di sini kami mengundurkan diri, karena janji untuk diberangkatkan sudah melewati tanggal yang ditentukan. Alasannya kami kurang bisa berbahasa Inggris. Sementara ada juga rekan kami yang lancar bahasa Inggris-nya, tapi tetap tidak berangkat," katanya kesal.

Dijelaskan, dalam hal ini yang merasa dirugikan sebanyak 32 orang. Sebagai biaya adminitrasi, para korban membayar dengan nominal yang berbeda-beda, mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp5,5 juta.

"Saya sendiri membayar Rp 3,5 juta. Nantinya di Singapura akan bekerja sebagai pelayan kafe atau witers. Yang bayar sama dengan saya ada belasan orang, dan ada juga yang nominalnya di bawah dan di atas kami," jelasnya.

Ditambahkan, ia bersama rekan-rekannya, mengetahui PT tersebut berwal dari info lowongan kerja yang ada di media sosial. Setelah dicek, PT itu benar ada. "Kami percaya karena ada kantornya dan mereka menunjukkan bukti-bukti yang dapat membuat kami tertarik," tambahnya.

PT tersebut, juga bergerak di bidang penyaluran tenaga kerja. "Ada macam-macam jenis pekerjaan yang ditawarinya. Kami juga pernah diberi pelatihan seperti cara melayani, dan Bahasa Inggris. Tapi sampai sekarang belum ada satu pun dari kami yang diberangkatkan," lanjutnya lagi.

Ia juga menyayangkan, bahwa dari awal PT tersebut tidak mempermasalahakan orang yang mendaftar tidak menguasai Bahasa Inggris. "Dari awal mereka tidak mempermasalahkan kami tidak bisa Bahasa Inggris, karena katanya akan dilatih. Tapi sekarang justru itu yang jadi alasan mereka. Teman kami yang bisa bahasa Inggris juga tidak berangkat. Kami inginnya uang dikembalikan saja," terangnya lagi.

Pasalnya, para korban tersebut mengupayakan uang untu pembayaran administrasi dengan meminjam kepada orang lain. Bahkan ada juga yang berhutang pada rentenir. "Makanya, kami hanya ingin uang dikembalikan," pungkasnya.

Editor: Dardani