Kapal BC Diserang Massa Bayaran Saat Tegah Kapal Pengangkut Ballpres
Oleh : Berton Siregar
Sabtu | 28-01-2017 | 17:38 WIB
kapal-pengangkut-ballpres-terbakar-di-asahan.jpg

KM Nur Aflah GT.22 bermuatan 700 ballpres terbakar hebat di Perairan Tanjung Jumpul atau tepatnya di koordinat 03.10.00 U/ 99.57.11 T (Foto: Berton Siregar)

BATAMTODAY.COM, Tanjungbalai Asahan - Kejadian kapal patroli milik Bea dan Cukai diserang dengan cara dilempari bom molotof yang berisi minyak pertamax oleh massa bayaran sindikat penyeludup pakaian bekas, di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, Sabtu 28 Januari 2017 sekitar pukul 03.30 Wib.

Hal itu dilakukan para pelaku bayaran ini ketika sebuah kapal kayu yang diketahui bernama KM Nur Aflah GT.22, bermuatan pakaian bekas (Balpres) dari Malaysia menuju Tanjung Balai Asahan, Medan Sumatera Utara, hendak ditangkap oleh Satuan Tugas (satgas) patroli laut BC 10002.  

Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) khusus Kepri, Raden Evy Suhartantyo, mengatakan bahwa awalnya secara tidak sengaja kapal patroli BC 10002 berjumpa KM Nur Aflah GT.22 bermuatan 700 ballpres (pakaian bekas-red) yang dikawal massa bayaran, sekitar 50 orang di Perairan Tanjung Jumpul, dengan koordinat 03-10-18 U/ 99-58-24 T.

Karena mencurigai kapal mengangkut barang larangan, pihaknya bermaksud hendak melakukan pemeriksaan. Namun saat akan diperiksa, massa mengadakan perlawanan secara brutal dengan melemparkan bom molotov maupun mercon secara bertubi-tubi ke arah Kapal Patroli BC 10002,

"Kejadian ini berlangsung dari pukul 03.30 sampai 05.00 WIB. Mereka terus memberikan perlawanan, padahal kita sudah memberikan arahan bahwa hal itu berbahaya bagi semua," ujarnya.

Dengan bermodalkan perlengkapan seadanya, anggota BC yang terus mendekati kapal dan hampir berhasil menguasai kapal tersebut, tiba-tiba Anak Buah Kapal KM. Nur Aflah membakar kapal mereka sendiri dan kemudian melarikan diri dengan terjun ke laut.

"Saat ini KM Nur Aflah berserta muatannya terbakar hebat dan proses evakuasi masih berlangsung di koordinat 03.10.00 U/ 99.57.11 T. Sedangkan kapal patroli BC 10002 dibantu kapal patroli BC 20002," ujarnya.

Sejumlah ABK dan massa yang terjun ke dalam laut, yang berhasil diselamatkan sebanyak 51 orang oleh anggota BC yang kemudian dinaikkan ke dalam kapal BC 10002 dan 20002, untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

"Sebanyak 25 orang ABK dan massa kita naikkan ke kapal BC 20002 dan 26 orang di BC 10002. Kita belum tahu persis berapa jumlah mereka, sementara pemadaman kapal masih terus dilakukan. Sedangkan ABK dan massa yang telah berhasil diselamatkan, diserahterimakan ke KPPBC Belawan,"  ," ujarnya

Editor: Udin