Warga Batam Dukung Pemerintah Bubarkan Ormas dan Kelompok Radikal
Oleh : Gokli Nainggolan
Kamis | 12-01-2017 | 16:14 WIB
demomahasiswabatam.jpg

Mahasiswa Batam saat menggelar aksi demo di depan Kantor Walikota Batam menuntut pembubarkan Ormas dan Kelompok Radikal. (Foto: Gokli Nainggolan)

BATAMTODAY.COM, Batam - Aliansi Umat Muslim bersama mahasiswa Batam berunjuk rasa di Jalan Engku Putri, Batam Center, Kamis (12/1/2017). Mereka menuntut agar pemerintah bertindak tegas terhadap oramas maupun kelompok radikal atau yang intoleran.

Unjuk rasa yang diikuti sekitar 100-an orang itu berlangsung dari pukul 10.50 - 11.50 WIB. Penyampaian aspirasi berjalan damai, dengan pengawalan puluhan polisi dari Polresta Barelang, dibantu anggota Satpol PP Kota Batam.

Irvan, salah satu orator pengunjuk rasa, mengatakan, ada ormas serta kelompok yang intoleran dengan paham radikal dalam keagamaan di Indonesia. Ormas maupun kelompok intoleran itu berpotensi memecah belah bangsa dan mengancam keutuhan NKRI serta berencana mengubah ideologi Pancasila menjadi Khalifah Islamiyah. "Seluruh elemen bangsa harus siap menguatkan dan menjaga NKRI," tegasnya.

Tak hanya itu, sambung Irvan, rencana pengukuhan Rizieq Syihab sebagai Imam Besar Umat Muslim Indonesia yang mulai beredar luas di kalangan masyarakat, menimbulkan keresahan baru, khususnya di kalangan umat muslim sendiri.

Hal ini, berpotensi menghancurkan keragaman dalam bingkai NKRI. Mengingat pengukuhan tersebut merupakan gerakan politik ideologis dari kelompok tertentu berpaham Salafi dan Wahabi. Gerakan politik tersebut juga berpotensi mengganti ideologi Pancasila menjadi Kilafah Islamiyah.

"Pemerintah harus berani membubarkan ormas dan kelompok inteloren. Jangan dibiarkan mereka memecah belah bangsa dan menghancurkan keutuhan NKRI," katanya.

Selain berorasi, pengunjuk rasa juga menyampaikan pernyataan sikap yang diterima Ketua DPRD Batam, Nuryanto didampingi dua anggota Aman dan Firman Ucok Tambusai. Pengunjuk rasa berharap, pernyataan sikap itu bisa diusuarakan para wakil rakyat ke pemerintah Indonesia.

Adapun isi pernyataan sikap yang disampikan Aliansi Umat Muslin Batam dan Mahasiswa, antara lain :

1. Menuntut pemerintah segera membubarkan organisasi yang bertentangan dengan Pancasila dan undang undang dasar NKRI.
2. Menolak segala bentuk klaimisasi pengukuhan Imam Besar Umat Muslim Indonesia yang disemarkan kepada Rizieq Syihab, karena yang bersangkutan tidak layak dari sisi keilmuan agama, track record serta akhlakul karimahnya.

3. Menolak formulir dukungan pengangkatan Rizieq Syihab sebagai Imam Besar Umat Muslim Indoenesia untuk beredar di Kota Batam.
4. Mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mengganggu kenyamanan dan kedamaian serta kondusifitas Indonesia, khususnya wilayah Kota Batam.

5. Mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera menuntup situs dan akun penebar fitnah serta penyebar kebencian dan propaganda yang berpotensi menghancurkan keberagamaan dan kerukunan umat beragama Indonesia, serta menangkap dan mengadili oknum yang membuat dan menyebar fitnah-fitnah melalui media sosial sebagai efek jera bagi yang lainnya.

6. Meminta DPRD Kota Batam untuk menyampaikan pernyataan sikap Aliansi Umat Islam Batam kepada pemerintah pusat.

Editor: Dardani