Tersesat, Delapan WNI Diamankan PCG Singapura
Oleh : Irwan Hirzal
Jum'at | 30-12-2016 | 10:44 WIB
Polair-Jemput-Delapan-WNI1.jpg

Polair Polair Polda Kepri menjembut delapan warga Indonesia yang tersesat ke perairan Singapura, Jumat (30/12/2016).

BATAMTODAY.COM, Batam - Polair Polair Polda Kepri menjembut delapan warga Indonesia yang tersesat ke perairan Singapura, Jumat (30/12/2016).

 

Delapan orang warga Indonesia diamankan Police Coast Guard (PCG) Singapura. Lantaran memasuki perairan Singapura tanpa izin Rabu (28/12/2016) pukul 22.00 WIB. Terdiri dari empat laki-laki, tiga perempuan dan satu balita. Mereka berangkat dengan menggunakan dua boat pancung.

Dalam pemeriksaan diketahui delapan orang yang warga Selat Panjang tersebut tersesat setelah berangkat dari perairan Tanjung Piayu-Batam pada hari Rabu (28/12/2016) sekira pukul 19.00 WIB dengan tujuan Selat Panjang Riau.

Namun karena tidak adanya alat navigasi, kedua boat tersebut tersesat dan memasuki perairan Singapura dan pada sekitar pukul 22.00 WIB diamankan oleh PCG Singapaura.

"Kemarin sekitar pukul 10.00 WIB kami dapat telpon PCG Singapura, menginformasikan adanya penangkapan 8 orang WNI," kata Dirpolair Polda Kepri Kombes Teddy Johan Jumat (30/12/2016)

Mendapat laporan tersebut, anggota kapal KP 2005 Polair yang dipimpin langsung Kasubdit Gakum AKBP Nur Santiko langsung bertolak dari markas dermaga Sekupang menuju perairan Karang Banteng.

Setelah sampai di perairan Karang Banteng, dengan didampingi kapal patroli PCG PT26, KP-2005 melanjutkan perjalanan memasuki perairan Singapura di dekat Pulau Senang. Kemudian dilakukan serah terima WNI di kapal patroli PCG PT61.

"Ketika kami sampai di perairan Singapura hari itu juga langsung dibabaskan 8 orang WNI bersama dua bood pancungnya," ujar Teddy.

"Kami langsung membawa mereka ke perairan Indonesia. Setelah itu hari yang sama kami juga izinkan mereka melanjutkan perjalanan pulang ke arah Tanjungbalai Karimun, tapi kami berikan Life Jacket kepada semuanya," pungkasnya.

Editor: Yudha