Ini Resep dari Kak Seto Bagi Guru Menghadapi Kekerasan Orang Tua Murid
Oleh : Rizka Arsyntha-Tsamara Nurshiba-Aurel
Jum'at | 16-09-2016 | 16:14 WIB
kakseto.jpg

Kak Seto saat diwawancari oleh para siswa SMA Kartini. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal Batam, 15 Agustus 2016 lalu, masih menyisakan kenangan indah bagi anak-anak Batam.

Apalagi, dalam acara tersebut hadir Kak Seto, pemerhati anak juga Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia. Momentum kehadiran Kak Seto itu pun dimanfaatkan oleh siswa SMA Kartini Batam yang aktif dalam kegiatan jurnalistik sekolah.

Mereka pun mewawancarai tokoh nasional itu. "Acaranya hebat sekali karena membuat anak-anak gembira. Terus juga masih dalam konteks hari anak nasional, jadi suasananya tidak terlalu formal, gembira, santai, have fun, spontan, pokoknya luar biasa hebat sekali," papar Kak Seto saat diwawancarai Rizka Arsyntha, Tsamara Nurshiba dan Aurel.

Kak Seto menambahkan, teknologi yang digunakan anak Indonesia jaman sekarang sebenarnya netral. Namun tergantung dengan cara penggunaannya, sekarang bagaimana keluarga membimbing lingkungan dan membimbing cara pengguanaannya dengan baik.

Jadi, lanjut Kak Seto, mohon para orang tua peran keluarga menjadi sangat penting sebagai bagian dari sahabat untuk anak. Bukan menjadi bos atau komandan mereka, tapi menjadi teman yang membuat anak lebih betah di rumah agar tidak terjerumus ke hal yang negatif.

Menyinggung tentang terjadinya kekerasan terhadap guru belakangan ini, Kak Seto berharap, para guru dipersenjatai dengan keterampilan mengajar dan memiliki sifat yang bersahabat dan mau berteman dengan siswa. "Kalau mengajarnya main bentak dan sebagainya, anak juga akan membangkang," tegasnya.

Sementara itu, Ketua YKB (Yayasan Keluarga Batam) Sri Sudarsono berharap kepada anak Indonesia, agar lebih peduli terhadap lingkungan terutama pada anak terlantar yang tidak diperdulikan orang tuanya dan dibiarkan untuk mencari sesuap nasi sendiri di jalanan .

"Berilah perhatian kepada anak-anak yang terlantar itu," harap Sri Sudarsono.

Editor: Dardani