Awas! Dua Balita di Sagulung Tewas Gegara DBD
Oleh : Harun al Rasyid
Kamis | 11-02-2016 | 10:02 WIB
nyamuk aedes aegypti.jpg
ilustrasi nyamuk aedes aegepthy (foto : ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), dua balita di Kecamatan Sagulung tewas. Kedua balita tersebut tewas saat baru menjalani pengobatan di ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.

Al, gadis belia anak 6 bulan meninggal dunia setelah menjalani pengobatan selama kurang lebih 8 jam. Nyawa warga yang tinggal Perumahan Taman Cipta, Tembesin, Sagulung ini tak bisa diselamatkan lantaran kondisi balita yang sudah kritis.

"Al masuk tanggal 2 Februari kemarin. Baru masuk IGD, belum ke ruangan rawat inap. Tapi karena kondisi masuknya sudah dalam keadaan kritis, nyawanya tak bisa tertolong lagi,"kata Nuraini, Humas RSUD kepada BATAMTODAY.COM, Rabu (10/2/2016).

Sementara itu, warga Sagulung lainnya, Bk, juga mengalami hal yang sama. Sempat menjadi pasien RSUD pada 3 Februari lalu, nyawa balita 3 tahun ini juga tak bisa diselamatkan. Seperti Al, kondisi warga Perumahan PJB, Sagulung itu dalam kondisi kritis saat masuk ke RSUD Embung Fatimah.

"Cairan infus tidak bisa masuk. Udah dicoba berbagai cara, namun kondisi sudah kolaps. Sehingga mencari pembuluh darah, susah," terang Nuraini.

Kematian akibat penyakit demam berdarah ini menambah panjang derita warga, karena tidak menjaga kebersihan dan melakukan pencegahan sedini mungkin. Tempat tinggal yang kotor dan menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti menjadi penyebab tersebarnya penyakit itu.

"Kalau anak-anak yang demam tinggi selama 3 hari. Langsung ke dokter atau kesehatan setempat. Jangan tunggu lebih lama. Dan juga diharapkan selalu menjaga kebersihan tempat tinggal," imbaunya.

Semenjak tahun 2016 ini, sebanyak 86 pasien DBD dengan rincian 67 diantaranya menimpa anak-anak dan 18 dewasa. Sedangkan pada Januari lalu, satu pasien meninggal dunia di RSUD karena DBD.

"Di bulan Februari ini sudah 30 pasien mengalami penyakit DBD. Sekarang yang masih dirawat sebanyak 15 orang, 13 sudah sembuh dan 2 meninggal dunia," pungkas Nuraini


Editor : Udin