Geng Jambret dan Pemalak di Batuaji dan Sagulung Dibekuk Polisi Batam Kota
Oleh : Harun al Rasyid
Kamis | 14-01-2016 | 21:12 WIB
IMG_20160114_182347.jpg
Geng jambret dan pemalak di daerah Batuaji dan Sagulung tertangkap di Pelita, Nagoya (Foto : Harun al Rasyid)

BATAMTODAY.COM, Batam - Jajaran Polsek Batam Kota berhasil menangkap 5 remaja yang biasanya melakukan aksi penjambretan dan pemalakan di daerah Batuaji dan Sagulung.

Kelima remaja tersebut ditangkap pada Rabu (13/1/2016) malam di sekitar Hotel Pelita, Nagoya. Penangkapan itu berdasarkan laporan penjambretan dan pemalakan di daerah Batam Kota. Setelah dilakukan pengembangan ternyata kelima remaja itu sering melakukan aksi kejahatannya di daerah Batuaji dan Sagulung.

"Kita bawa kesini setelah kita interogasi, ternyata tempat aksi paling banyak di daerah Batuaji dan Sagulung," kata salah satu buser Batam Kota yang mengantar kelima jambret itu di Mapolsek Batuaji, Kamis (14/1/2016) malam.

Pantauan BATAMTODAY.COM, kelima remaja tersebut dibawa menggunakan mobil box polisi. Setelah berada di Mapolsek Batuaji, pelaku-pelaku itu kembali diinterogasi polisi dengan membacakan laporan pemalakan yang masuk di Polsek Batuaji.


Seorang remaja yang juga ikut ditangkap, Al (16), mengakui sering melakukan pemalakan di kawasan Batuaji dan Sagulung. Remaja berbadan kurus itu mengaku sudah beberapa kali melancarkan aksinya di daerah sekitar SP Plaza Sagulung, sekitar Tunas Regency dan juga daerah Temiang. 

"Saya gak jambret, cuma malak orang. Biasanya saya sama temen malak di Batuaji," ujarnya.

Selang beberapa menit kemudian, salah satu korban Al mendatangi Polsek Batuaji. Siswa SMK 1 Batam itu datang bersama bapaknya, setelah dikabari salah satu buser Batam Kota.

"Coba lihat sini, tandain mana pelaku yang malak kamu tempo hari," kata salah satu Polisi kepada korban.

Setelah melihat wajah pelaku, rupanya salah satu diantara kelima remaja itu dikenal sang korban. Setelah ditunjuk, pelaku juga mengakui perbuatannya seraya mengatakan saat beraksi ia juga bersama Al.

"Saya masih ingat dia. HP dia yang saya rampas sama Al," kata pelaku itu.

Modus Al dan komplotanya itu berpura-pura meminjam HP korban. Setelah melihat korban lengah, HP korban langsung dibawa kabur pelaku.

"Saya pura-pura pinjam HP nya buat telephon. terus langsung kabur," tutur Al.

Tidak hanya beraksi sebagai pemalak, terkadang mereka juga beraksi merampas barang bawaan warga, terutama ibu-ibu yang mengendarai kendaraan sepeda motor. Salah satunya ketika polisi membacakan laporan perampasan yang terjadi di SPBU Temiang.

Dalam laporan yang dibacakan itu, pelaku merampas dompet korban setelah mengisi BBM. Dompet yang berisikan uang tunai sebanyak Rp 1,6 juta, satu unit Hand Phone Samsung Galaxy Young, gelang dan anting silver juga turut dibawa kabur pelaku.

"Ada ciri-ciri korbanya gak pak. Saya lupa pak," kilah Al.

Kelima pelaku tersebut kemudian digelandang menuju persembunyian komplotan mereka. Menurut salah satu Polisi, masih ada empat pelaku lagi yang akan ditangkap malam ini.

"Masih ada empat yang akan kita tangkap nanti. Ini ada lima, dua masih ada di kantor (Polsek Batam Kota, red). Jadi semuanya ada 7 yang ditangkap," terangnya sambil memasuki mobil box tersebut.

Editor: Udin