Membongkar Peredaran Beras Plastik di Batam

BPOM Kepri 'Buang Badan', Sebut Beras Plastik Bukan Urusannya
Oleh : Hadli
Sabtu | 24-10-2015 | 13:59 WIB
IMG00209-20151023-2203_4.jpg
Tak ada pihak berwenang yang mau menangani kasus peredaran beras plastik di Batam. Inilah barang buktinya. (Foto: Harun Al Rasyid)

BATAMTODAY.COM, Batam - Penyidikan Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri Mardianto, mengaku tidak mengetahui adanya laporan langsung dari masyarakat mengenai dugaan beras plastik. 

"Kapan ya mas? Saya tidak tau pula ada laporan mengenai beras plastik," ujarnya menjawab BATAMTODAY.COM melalui sambungan telepon, Sabtu (24/10/2015). 

Setelah mengalami dampak yang dirasakan usai mengosumsi beras sintesis dan khawatir akan berdampak pada kesehatan, pada awal bulan Agustus 2015 lalu Heriyanti (35), warga Tembesi Sagulung Batam melaporkan masalah ini langsung ke kantor BPOM Kepri di Batam. Namun, hanya di-PHP (Pemberi Harapan Palsu).

"Kalau memang ada kami juga tidak bisa memastikan apakah beras itu plastik atau bukan, harus melalui uji labfor dulu mas. Tapi coba saya cek dulu kebagian informasi," kata dia. 

Menurut Mardianto, pengawasan pada pangan beras dan sejenisnya bukan tugas dari BPOM. Melainkan, beban tugas itu ada pada Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kehutanan, Peternakan, Perikanan dan Kelautan (KP2K) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag). 

"Memang tugas itu bukan bagian dari kami, tapi KP2K dan Disperindag. Tapi coba saya cek kebag informasi (BPOM)," kata dia. 

Sementara itu, Kepala BPOM Kepri di Batam, Setia Murni yang dihubungi media ini melalui sambungan telepon miliknya belum bersedia menanggapi. 


Editor: Dardani