Naik Motor Sambil Ngantuk, Amran Kehilangan Ibu Jari
Oleh : CR12
Rabu | 14-10-2015 | 11:04 WIB
laka-batuaji.jpg
Amran, terkapar di Pasar Fanindo Tanjunguncang Batam. (Foto: Harun Al Rasyid)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kecelakaan terjadi di Jalan Brigjen Katamso, Rabu (14/10/2015) sekitar pukul 06.30 WIB. Tepatnya di depan Madrasah Tsanawiyah Unit Sekolah Baru Sagulung atau di depan kompleks pertokoan Fanindo Batuaji Batam.

Akibatnya, Amran (65) warga Sei Binti Tanjunguncang luka parah di bagian kepala dan kaki kiri. Sepeda motor Beat warna putihnya bernomor polisi BP 3244 MC rusak berat pada bagian depan dan samping.

Menurut saksi mata, Andi, yang melintas di lokasi kejadian mengatakan, Amran diduga ngantuk saat mengendarai sepeda motor.

"Kayaknya dia ngantuk bang, soalnya dia jatuh sendiri. Saya memang berada di belakangnya tapi aga jauh. Jadi gak lihat persisnya gimana. Kalo gak ngantuk mungkin kaget terus rem mendadak," kata Andi.

Hal senada disampaikan, salah satu pedagang bensin tidak jauh dari lokasi kejadian. Pedagang yang tak mau disebutkan namanya, lantaran takut menjadi saksi ini kaget saat mendengar bunyi benturan, saat ditengoknya korban tersebut sudah terseret sepeda motor.

"Saya gak tahu persis bang kejadianya, cuman saya tadi dengar bunyi "prakk" gitu. Pas saya liat udah keseret motor. Kayaknya terkejut atau ngantuk gitu, banyak ko yang liat tadi, saya gak mau jadi saksi bang" ujarnya.

Selang beberapa menit kemudian polisi dari  Sektor Batuaji datang ke lokasi kejadian dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah.

Pantauan BATAMTODAY.COM, korban terkapar di pinggir jalan dengan darah yang terus mengalir di kepala. Sedangkan kaki kiri korban terlihat luka yang cukup parah. Tak jauh dari lokasi kejadian ditemukan jempol kaki kiri dan salah satu jari kaki korban yang tercopot. 

Juga ditemukan beberapa ekor ikan yang masih segar dan lemang (makanan yang terbuat dari ketan, dibungkus menggunakan daun pisang). Peristiwa inipun menjadi tontonan para pengendara maupun warga yang sedang melintas.

Tempat terpisah, Siti Rolia (43) istri korban mengatakan semenjak tadi malam, sang suami ingin membeli ikan belut dan ikan emas. Sehingga pagi harinya ia berpamitan hendak ke Sentosa Perdana (SP) Plaza untuk membeli ikan tersebut.

"Dari tadi malam si bapak pengen makan belut. Pas pagi tadi habis jalan-jalan dia pamitan mau ke SP. Malah jadinya kayak gini," jelas Rolia saat ditemui pewarta di RSUD Embung Fatimah.

Saat ini korban sedang menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat RSUD Embung Fatimah.

Editor: Dardani