Masyarakat Keluhkan Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Embung Fatimah Batam
Oleh : CR12
Selasa | 13-10-2015 | 16:01 WIB
Logo_BPJS_Kesehatan.jpg
Logo BPJS Kesehatan. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Masyarakat mengeluhkan buruknya layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Batam.

Keluhan it disampaikan beberapa warga Batuaji Batam yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam. Salah satunya adalah Septo Marito Gultom (30). Kepada BATAMTODAY.COM, Septo mengaku pelayanan medis yang diterimanya masih belum maksimal.

Warga Kavling Baru Blok A 10 No 4 Batuaji Batam itu mengatakan, pihak dokter RSUD Embung Fatimah tidak koorperatif dalam melayani Ida Asima Pasaribu (56) ibu kandungnya. 

Buktinya, ibu Ida itu terbaring di salah satu ruangan pasien, tak ada penanganan medis untuknya. Ibunya Septo itu dibiarkan saja tanpa diberikan obat.

"Saya yang antar ibu saya ke sana, dokter itu kek cuek saja. Gak ada yang megang, obat juga gak dikasih. Terus ibu saya itu kejang-kejang. Nah, setelah saya ngamuk marah-marah barulah tuh mereka pegang. Kok begini pelayananya, walaupun kita ini pakai kartu BPJS, tapi jangan gitulah. Kami kan juga bayar per bulan. Pelayanannya gak bagus kali," ujar Septo kesal, Selasa, (13/10/2015).

Sebagai peserta BPJS, ia selalu membayar iuran perbulan tepat waktu. Septo berharap, dengan begitu dia agar bisa mendapatkan pelayanan yang baik dari RS sehingga sesuai dengan jumlah iuran yang dikeluarkan.

"Kami kan bayar perbulan, tepat waktu lagi. Harusnya dilayani dengan baik dong. Harapan kami kan begitu bang," kata Septo.

Hal senada diakui AH (27), lelaki yang minta disamarkan namanya ini mengeluh tentang kurangnya alat kesehatan yang memadai di RSUD Embung Fatimah. 

Kali ini ceritanya lebih menyedihakn. Bagaimana tidak, ia harus merelakan kepergian buah hatinya yang baru berumur 18 hari.

Warga Dapur 12 Batuaji Batam ini sangat terpukul atas kepergian anaknya. Diceritakan AH bahwa anaknya divonis dokter mengalami penyempitan usus halus. 

Oleh pihak dokter Embung Fatimah disarankan untuk berobat ke RS Awal Bros. Sebab peralatan di rumah sakit tersebut lebih memadai. Namun beberapa saat kemudian pihak dokter Embung Fatimah mengatakan jika kuota untuk pasian peserta BPJS di RS Awal Brosr penuh. Setelah menjalani perawatan selama 18 hari, nyawa anaknya tak tertolong lagi.

"Anak saya itu kata dokter sakit penyempitan usus halus. Jadi disuruh ke Awal Bros saja. Tapi setelah itu mereka (dokter) bilang di Awal Bros untuk kuota pasien BPJS penuh. Nah saya disuruh berobat disini (RSUD Embung Fatimah). Sampai 18 hari di sana, pas itu anak saya meninggal," ujarnya sedih.

Terpisah, Nur Aini Hubungan Masyarakat (Humas) RSUD Embung Fatimah saat dikonfirmasi tentang keluhan peserta BPJS mengatakan, ia menyadari adanya kekurangan. Namun bilamana ada keluhan dari pelanggan, menurut Nur Aini agar langsung menghubungi pihak rumah sakit.

"Saya menyadari masih banyak kekurangan, tapi kalo ada keluhan apa-apa langsung saja ke sini. Kami kan ada humas, customer service dan lain-lain. Mohon jangan lewat Facebook, langsung ke sini saja," katanya melalui sambungan telephone.

Editor: Dardani