Jika Lihat Aksi Kejahatan

Kapolres Imbau Masyarakat Berikan Informasi Langsung ke Aparat, Bukan di Media Sosial
Oleh : Romi Chandra
Sabtu | 10-10-2015 | 11:58 WIB
kapolresta-asep-baru.jpg
Kapolresta Barelang, Komisaris Besar Asep Safrudin.

BATAMTODAY.COM, Batam - Beragam tindak kriminalitas yang saat ini marak di Batam, mulai dari begal, jambret dan pembunuhan, pencabulan dan ditambah akhir-akhir ini banyak dikabarkan remaja hilang, menambah keresahan masyarakat.

Namun kepedulian masyarakat dalam hal ini terbilang cukup tinggi untuk mewaspadai akan adanya korban selanjutnya. Terbukti beragam informasi disajikan masyarakat melalui sosial media seperti Facebook, Twitter dan lain sebagainya.

Hanya saja, informasi yang disajikan tersebut banyak tidak pasti, sehingga menambah keresahan pada masyarakat. Kapolresta Barelang, Komisaris Besar Asep Safrudin, mengimbau masyarakat agar bisa memberikan informasi langsung kepada polisi jika melihat hal-hal yang mencurigakan.

Pasalnya, dampak dari informasi yang disajikan secara umum tersebut sangat banyak, terutama terhadap pelaku kejahatan yang bisa melatikan diri karena merasa aksinya diketahui. "Kami dari kepolisian sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat memberikan informasi. Namun lebih bagusnya informasi yang dimiliki tersebut langsung diberitahukan pada polisi, bukan disajikan di depan umum atau membuat status di jejaring sosial," kata Asep, Sabtu (10/10/2015).

Dijelaskan Asep, saat ini Polresta Barelang menyediakan akun jejaring sosial dan web resmi, sehingga masyarakat bisa membrikan informasi tersebut melalu pesan teks atau langsung menghubungi nomor yang sudah dipampang di web resmi maupun jejaring sosial.

"Para pelaku kejahatan saat ini tidak bodoh. Mereka tentunya juga memantau setiap informasi yang diberikan masyarakat. Kondisi itu menyulitkan aparat menangkap pelaku. Namun jika masyarkaat memberikan informasi itu secara pribadi tentu pelaku merasa tidak dipantau dan bisa dengan mudah kita tangkap," lanjutnya.

Selain itu, keselamatan masyarakat yang memberikan informasi tersebut besar kemungkinan juga akan terancam. "Jika pelaku kejahatan ini melihat informasi tentang dirinya di media sosial. Kemungkinannya dia melarikan diri atau mencari si pemberi informasi, sehingga keselamatannya juga terancam," jelas Asep.

Editor: Dodo