Diduga Keracunan Makanan Pesta Pernikahan, 41 Warga Anambas Masuk Rumah Sakit
Oleh : Alfredy Silalahi
Senin | 22-04-2019 | 15:40 WIB
keracunan-makanan-anambas1.jpg
Petugas RSUD Tarempa melayani pasien yang diduga keracunan makanan pesta pernikahan. (Foto: Alfredy)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Sebanyak 41 warga diduga keracunan makanan usai menyantap hidangan pada acara pernikahan di Dusun Selambak, Desa Temburun, Kecamatan Siantan Timur, Minggu (21/4/2019). Hal ini diketahui saat satu per satu warga tersebut mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa.

"Iya benar, kemarin ada 41 warga dari Desa Temburun dan Pesisir Timur yang datang ke sini. Semua warga itu mengalami sakit yang sama yaitu mual dan pusing. Sehingga kita berikan perawatan intensif," kata Direktur RSUD Tarempa, dr Rini Gumala Sari, Senin (22/4/2019).

Rini mengakui sebagian pasien itu berangsur pulang pada Minggu (21/4/2019) karena merasa baikan. Namun ada 9 pasien yang harus rawat inap, karena kondisinya masih lemah.

"Sebentar lagi mereka juga sudah bisa pulang, karena sudah mulai pulih. Kalau dari kesehatan, gejala mual dan pusing itu bisa disebabkan oleh makanan," terangnya.

Sementara Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra yang kaget mendengar informasi tersebut langsung mendatangi RSUD Tarempa.

"Kita mendapat informasi bahwa ramai orang di RSUD, panyakitnya sama semua. Kita tinjau ke sini untuk memastikan fasilitas dan sarana RSUD siap melayani pasien. Kami juga ingin melihat kondisi pasien, mudah-mudahan segera pulih," ucap Wan Zuhendra.

Sementara salah satu pasien, Pendi menguraikan pihaknya merasakan hal yang sama usai menyantap hidangan di Desa Temburun. Namun, rasa mual dan pusing mulai terasa sekitar pukul 13:00 Wib.

"Kami makan hidangan itu masih pagi. Rasa mual dan pusing baru terasa siang sekitar pukul 13:00 Wib. Dan hampir semua merasa seperti itu, tiba di RSUD sekitar pukul 14:00 Wib," terangnya.

Sementara, Kasatreskrim Polres Anambas, Iptu Lukman Husein membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan memintai keterangan dari saksi.

"Dugaan sementara ke 41 warga itu keracunan makanan. Untuk memastikan, kami akan membawa sampel ke laboratorium. Sampel yang sudah kami siapkan muntah dari korban, adonan mie, pengembang mie, dan mie yang masak dan yang mentah," ucapnya singkat.

Editor: Yudha