Tahun Ini, Dinas Pertanian Anambas Targetkan 50 Hektar Sawah di Jemaja Timur
Oleh : Fredy Silalahi
Jumat | 19-04-2019 | 09:40 WIB
sawah-ilustrasi-anambas.jpg
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Anambas - Hal tidur yang selama ini belum digarap masimal oleh masayarakat Anambas di Kecamatan Jemaja Timur akan disulap menjadi sawah. Luasnya diperkirakan mencapai 50 Hektar.

Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan (DPPP) Kabupaten Kepulauan Anambas, optimasi sawah 50 hektar di Jemaja Timur terwujud di 2019 ini. "Kita optimasi untuk memanfaatkan kembali lahan tidur dan kita serahkan kepada kelompok tani di Jemaja Timur," kata Effi Sjuhairi, Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Anambas, belum lama ini.

Effi menerangkan, pihaknya tidak hanya fokus pada pembukaan lahan, tetapi membina pengelolaan lahan agar hasil panen lebih berkualitas dan produktif.

"Semua masyarakat khususnya petani kita bantu, mulai dari pembibitan dan cara mengelola padi dengan baik. Bahkan kita kerahkan tenaga ahli bidang pertanian dari Universitas Riau (Unri) mendampingi para petani, agar hasil panen lebih produktif dan berkualitas," jelasnya.

Tidak hanya itu, Effi juga menyinggung, kalau pihaknya membantu pengairan sawah menggunakan irigasi. "Saat ini sudah ada 4 mesin kita bantu untuk pengairan sawah. Karena masyarakat lebih memilih penanaman padi," ucapnya.

Effi tidak menampik, kalau Jemaja Timur cikal bakal lumbung padi Kabupaten Kepulauan Anambas. Pasalnya saat ini hampir 90 hektar sawah sudah digarap masyarakat untuk menamam padi.

"Tahun lalu sudah kita buka 40 hektar, tahun ini tambah lagi 50 hektar. Kita target kan Kecamatan Jemaja Timur menjadi lumbung padi Anambas, sehingga kita sangat fokus membina petani untuk menghasilkan padi yang berkualitas. Pada tahun 2018 lalu, hasil sudah membuktikan, dimana hasil panen yang biasa hanya 3,5 ton per hektar tetapi sudah meningkat menjadi 5 ton," jelasnya.

Effi menambahkan, untuk pemasaran hasil panen masyarakat tidak perlu khawatir. Karena Pemkab Anambas telah bekerjasama dengan Bulog. "Jadi masyarakat tidak khawatir lagi karena kita sudah kerjasama dengan Bulog untuk pemasaran hasil panen. Dan ini juga yang menambah semangat para petani di Jemaja Timur," tutupnya.

Editor: Gokli