Cikal Bakal Lumbung Padi Anambas

DPPP Anambas Bina Kelompok Tani Jemaja Timur Menanam Padi di Lahan Tidur
Oleh : Alfredy Silalahi
Senin | 15-04-2019 | 15:28 WIB
sawah11.jpg
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Anambas - Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan (DPPP) Kabupaten Kepulauan Anambas optimasi sawah 50 hektar di Jemaja Timur untuk tahun 2019. Hal ini bertujuan untuk pemanfaatan lahan tidur yang sudah lama tak digarap oleh masyarakat.

"Kita optimasi lahan seluas 50 hektar untuk tahun (2019) ini. Optimasi ini untuk memanfaatkan kembali lahan tidur dan kita serahkan kepada kelompok tani di Jemaja Timur," kata Effi Sjuhairi, Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Anambas, Senin (15/4/2019).

Effi menerangkan, pihaknya tidak hanya fokus pada pembukaan lahan, tetapi membina pengelolaan lahan agar hasil panen lebih berkualitas dan produktif.

"Semua masyarakat khususnya petani kita bantu, mulai dari pembibitan dan cara mengelola padi dengan baik. Bahkan kita kerahkan tenaga ahli bidang pertanian dari Universitas Riau (Unri) mendampingi para petani, agar hasil panen lebih produktif dan berkualitas," jelasnya.

Tidak hanya itu, Effi juga menyinggung, kalau pihaknya membantu pengairan sawah menggunakan irigasi.
"Saat ini sudah ada 4 mesin kita bantu untuk pengairan sawah. Karena masyarakat lebih memilih penanaman padi," ucapnya.

Effi tidak menampik, kalau Jemaja Timur cikal bakal lumbung padi Kabupaten Kepulauan Anambas. Pasalnya saat ini hampir 90 hektar sawah sudah digarap masyarakat untuk menamam padi.

"Tahun lalu sudah kita buka 40 hektar, tahun ini tambah lagi 50 hektar. Kita target kan Kecamatan Jemaja Timur menjadi lumbung padi Anambas, sehingga kita sangat fokus membina petani untuk menghasilkan padi yang berkualitas. Pada tahun 2018 lalu, hasil sudah membuktikan, dimana hasil panen yang biasa hanya 3,5 ton per hektar tetapi sudah meningkat menjadi 5 ton," jelasnya.

Effi menambahkan, untuk pemasaran hasil panen masyarakat tidak perlu khawatir. Karena Pemkab Anambas telah bekerjasama dengan Bulog.

"Jadi masyarakat tidak khawatir lagi karena kita sudah kerjasama dengan Bulog untuk pemasaran hasil panen. Dan ini juga yang menambah semangat para petani di Jemaja Timur," tutupnya.

Editor: Yudha