Masyarakat Pulau Jemaja Khawatir Bencana Banjir dan Longsor Susulan
Oleh : Alfredy Silalahi
Kamis | 15-03-2018 | 16:15 WIB
bencana21.jpg
Tanah longsor di Anambas beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Masyarakat Pulau Jemaja masih menyimpan kekhawatiran pasca bencana alam longsor dan banjir pada Januari 2018 lalu. Meski tidak memakan korban, bencana alam tersebut manyisakan tiga titik yang berpotensi terjadi longsor susulan.

"Bencana alam lalu merupakan bencana alam yang besar dan sangat mengagetkan para masyarakat. Karena bencana lalu sangat parah, kami pernah mengalami banjir sebelumnya tetapi genangan air paling setinggi lutut saja. Selain genangan air yang tinggi, juga terjadi longsor. Kami berharap, titik longsor itu segera dipasang batu miring. Untuk meminimalisir dampak longsor," ujar salah satu warga Pulau Jemaja, Aprizal, Kamis (15/3/2018).

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Kepulauan Anambas, Khairul menyampaikan bahwa pada Januari 2018 lalu ada sebanyak 18 titik terjadi longsor di Pulau Jemaja.

"Ada 18 titik terjadi longsor, tiga diantaranya terjadi longsor yang sangat parah hingga memutus jalan penghubung dan merusak rumah warga. Sementara 15 titik ini terjadi longsor kecil. Meski demikian, kita bukan tutup mata. Itu harus tetap diantisipasi dengan melakukan pengorekan," jelasnya.

Khairul juga menyinggung, tiga titik longsor parah akan dipasang bronjong. Hal tersebut diakuinya untuk meminimalisir dampak longsor. "Saat ini sedang tahap pengerjaan bronjong di tiga titik itu. Kalau longsor yang skala kecil akan dilakukan pengorekan dan pemerataan," ujarnya.

Khairul menyinggung, anggaran yang tersedia pada Dinas PU untuk mengantisipasi longsor tersebut hanya Rp 500 juta. Menurutnya, anggaran tersebut terlalu sedikit.

"Untuk itu kita mengajukan proposal kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dan pada APBD Perubahan juga kita meminta penambahan anggaran untuk pemasangan bronjong pada titik yang rawan longsor," ujarnya.

Editor: Yudha