Diduga Over Kapasitas Jadi Penyebab KM Putra Sulung Tenggelam
Oleh : Fredy Silalahi
Selasa | 19-12-2017 | 09:26 WIB
selamatkan-ABK-kapal-kayu-tenggelam1.gif
Tim pencarian sudah berada di Tanjung Elong, yang terdiri dari Basarnas Tanjungpinang, Sat Polair Polres Bintan, Polsek Bintan Timur dan Pos Kamla TNI AL menggunakan KN Sar Bishma bersandar di Pelabuhan Tanjung Elong, untuk melakukan evakuasi korban yang selamat (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Kapal pengangkut ikan hasil tangkapan nelayan Anambas, KM Putra Sulung 34 GT ?tenggelam di Perairan Marapas Kijang, Bintan, Senin (18/12) berkisar pukul 01:00 pagi. Diduga KM Putra Sulung 34 GT tersebut over kapasitas saat melewati gelombang setinggi 3 meter hingga 5 meter.

Salah satu penampung ikan di Tarempa, Enizar, mengatakan bahwa KM Putra Sulung berangkat pada hari Minggu (17/12) dan membawa sekitar 570 fiber ikan ?dengan kapasitas 120 kilogram per fibernya atau total seluruh ikan mencapai 68 ton.

"Awalnya kapal yang dinakhodai Ancui itu sempat hilang kontak saat memasuki Perairan Kijang, Bintan. Dan kita mendapat kabar terakhir itu dari salah satu ABK yang menyatakan kapal sudah tenggelam," ujar Enizar, Selasa (19/12/2017).

Dia menerangkan, dari 570 fiber ikan yang dikirim para pengumpul di Tarempa, terdapat 70 persen ikan konsumsi lokal seperti Tongkol, Kerapu, Krisi Bali, Manyu dan 30 persen ikan dengan pangsa ekspor seperti Tenggiri dan Kakap Merah.

"Prediksi kita, kerugian yang dialami penampung ikan kisaran Rp1,7 miliar. Ikan tongkol itu kita beli dari nelayan Rp18 ribu, Manyu Rp20 ribu dan Kerapu Rp25 ribu. Sedangkan ikan pangsa ekspor itu kita beli rata-rata Rp50 ribu per kilogram," ujarnya.

Dia juga mengaku pasrah terkait kejadian nahas tersebut. Namun dia bersyukur usai mendengar seluruh ABK dan Nakhoda KM Putra Sulung ditemukan selamat. "Kita bisa pasrah saja. Beruntung seluruh ABK dan Nakhoda selamat," ujarnya singkat.

Informasi yang dihimpun dari BMKG Tarempa, pada Minggu (17/12) dan Senin (18/12) gelombang mencapai 1 meter hingga 5 meter dengan kecepatan angin ?5-40 km/jam.

Editor: Udin