Saat Pemancangan Perdana Pelabuhan Bongkar Muat Tanjunguban

Gubernur Tak Mau Melihat Bangkai Kapal Pagai Milik Pertamina di Lokasi
Oleh : Harjo
Rabu | 11-10-2017 | 17:02 WIB
Bangkai-kapal-Pigai-Pertamina.gif
Sejumlah warga Tanjunguban saat mendatangi dan naik ke kapal Pagai milik pertamina yang berada di lokasi pembangunan pelabuhan bongkar muat (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Tanjunguban - Meskipun rencana pemancangan pertama Pelabuhan Bongkar Muat Tanjunguban dijadwalkan pada (27/10/2017) mendatang, namun di lokasi pembangunan kapal Pagai milik Pertamina, belum dipindahkan oleh manajemen Pertamina.

Padahal jauh hari sebelumnya, rencana pembangunan pelabuhan bongkar muat tersebut sudah disampaikan, dengan tujuan agar pihak Pertamina seegera memindahkan bangkai kapal tersebut dari lokasi. Bahkan, bangkai kapal yang diperkirakan sudah sekitar sembilan tahun tersebut sudah sempat didatangi warga dan pemuda sekitar, yang berencana memindahkan dengan jalan memotongnya.

Dihadapan Kapolsek Bintan Utara, Kompol Jaswir dan Azhar selaku Operatation Head (OH) Marine Pertamina Tanjunguban, perwakilan masyarakat, Darsono, menyampaikan bahwa sesuai hasil rapat dan pertemuan sebelumnya dengan pihak Pertamina, disepakati dilakukan pemindahan pada September 2017 lalu.

Namun sampai tiba waktunya, bangkai kapal tersebut belum juga dipindahkan Pertamina, padahal rencana pemancangan pertama pembangunan pelabuhan sudah semakin dekat. Akibatnya, warga datang dan berusaha  memindahkan kapal tersebut.

"Lelang proyek pembangunan sudah selesai dan sudah ada pemenangnya, artinya pembangunan tidak bisa ditunda. Sementara bangkai kapal Pagai masuk dalam area pembangunan. Maka masyarakat turun tangan guna mendesak Pertamina untuk segera memindahkannya," terangnya.

"Rencananya, akan memotong bangkai kapal Pagai yang ada di lokasi pembangunan pelabuhan. Karena Gubernur Kepri Nurdin Basirun pun berpesan agar saat pemancangan pertama pelabuhan, bangkai kapal tersebut tidak ada lagi di lokasi," tambahnya.



Sementara itu Azhar, OH Marine Pertamina Tanjunguban, menyampaikan bahwa terkait rencana pemerintah untuk membangun pelabuhan bongkar muat, ia sudah menyampaikannya kepada Pertamina perkapalan sebagai pemilik aset.

Dia juga mengakui, sudah beberapa kali menerima surat terkait hal tersebut. Di mana sebelumnya, Pertamina berencana pada September kemarin akan memindahkan bangkai kapal Pagai itu. Namun, keputusan Pertamina pusat, dalam pemindahan harus menyelesaikan sesuai dengan tahapan, hingga penghapusan aset. Sebab dalam penghapusan aset, sampai pada tingkat kementerian, mengingat hal tersebut adalah aset negara.

"Untuk proses penghapusan aset milik Pertamina membutuhkan waktu yang lama. Namun apa pun permintaan masyarakat akan diteruskan kepada Pertamina pusat," katanya.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Jaswir, yang diminta tanggapannya terkait permasalahan tersebut dan setelah mendengar penjelasan dari kedua belah pihak, menyampaikan harapannya agar pihak Pertamina Tanjunguban, bisa lebih proaktif untuk menyampaikan atau mencari solusi terkait bangkai kapal Pagai tersebut.

"Karena berbagai tahapan sudah dilalui dan masyarakat sudah mendatangi lokasi, diminta Pertamina Tanjunguban untuk lebih proaktif, agar Pertamina pusat memberikan solusi dan pembangunan tidak terhambat," harapnya.

Editor: Udin


BNN-KEPRI