Polisi Tunggu Hasil Otopsi Lima Korban Kapal Meledak di PT ASL
Oleh : Romi Chandra
Jumat | 15-09-2017 | 10:04 WIB
hengki-Kapolres.gif
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki. (Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Sejauh ini, Polisi belum mengetahui penyebab kematian lima korban kapal meledak di PT ASL, Tanjunguncang. Sebab, hasil otopsi yang dilakukan dokter belum juga dikirim kepada penyidik.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki meyampaikan, kelima korban tewas sudah diotopsi oleh dokter. Namun, hasilnya belum mereka terima.

"Hasil tertulis dari dokter forensik yang melakuan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban belum keluar. Kita masih menunggu," ungkap Hengki, Kamis (14/9/2017) sore.

Dilanjutkan, dugaan sementara, tewasnya para korban akibat menghirup gas beracun saat kapal milik Pertmaina yang sedang dalam perbaikan di PT ASL, Tanjunguncang meledak. Di mana, akibat ledakan itu timbul kepulan asap tebal.

"Namun untuk lebih pastinya, kita tunggu saja hasil dari dokter yang memang ahli dalam bidang ini," lanjutnya.

Sebelumnya, kapal tanker Gamkonora milik Pertamina yang sedang perbaikan di galangan kapal PT ASL Tanjunguncang, Kamis (7/9/2017) sekitar pukul 17.00 WIB, meledak dan terbakar. Kejadian ini membuat seluruh karyawan berhamburan ke luar perusahaan untuk meyelamatkan diri.

Akibat kuatnya ledakan tersebut, beberapa karyawan terpental dan jatuh beberapa puluh meter dari lokasi ledakan. Tidak itu saja, lima orang karyawan dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.

Ledakan diduga berasal dari api las saat pekerja memperbaiki ruang mesin kapal. Salah satu karyawan yang ditemui di lokasi, Masri, mengatakan, ada 6 pekerja yang kritis dibawa ke rumah sakit Embung Fatimah.

Editor: Gokli


BNN-KEPRI