Waduh, Ada Flaka di Antara 12 Ton Serbuk Putih yang Diamakan Polsek Bintim
Oleh : Syajarul Rusydy
Jum\'at | 15-09-2017 | 08:12 WIB
truk_obat_ilegal.jpg
Anggota Polsek Bintim bersama Kapolsek saat menggagalkan pengiriman bahan obat obatan. (Foto: Syajarul Rusydy)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Tiga unit truk pengangkut 12 ton obat ilegal yang diamankan anggota Polsek Bintan Timur (Bintim) Sabtu, 2 September 2017 sekitar pukul 07.00 WIB lalu itu, ternyata juga terdapat bahan untuk pembuatan flaka. Meski demikian, polisi masih menunggu hasil akhir pengujian laboratorium forensik (labfor) di Medan.

Kapolsek Bintim, AKP Abdul Rahaman melalui Kanit Reskrim Polsek Bintim, Ipda Anjar Pratama Putra SIK kepada BATAMTODAY.COM membenarakan penangkapan tersebut, pihaknya juga sudah mengirim sampel bahan bahan berbentuk itu ke laboratoriom forensik yang berada di Medan. Guna mengetahu jenis masig masing serbuk itu.

"Iya kita sudah kirim ke labfor, dan kita juga yang mengantar langsung bersama Pak Kapolsek Bintim," ungkap Anjar, Kamis (14/9/2017).

Saat disinggung apakah dari bahan baku diduga narkoba itu ada yang bahan untuk meracik falaka (FCC), obat yang sedang viral, pasca kejadian hilangnya kesadaran yang menjangkiti remaja di Kendari Sulawesi Tenggara.

Hasil sementara, dari pihak labor, lanjut Anjar, sebagian bahan tersebut ada yang mengandung obat untuk pembuatan flaka. Namun hasil labor belum final, saat ini baru mencapai 80 persen selesai dan hasil dari hasil pemeriksaan labor.

"Dari laporan yang kita terima, di antara serbuk itu, ada bahan untum membuat Flaka. Obat yang saat ini sangat berbahaya, dan sudah menjangkiti remaja di Kendari Sulawesi Tenggara. Namun kita juga masih menunggu hasil akhir dari labor baru bisa menjelaskan detail," ujar Anjar.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Bintan Ajun Komisaris Besar Polisi Febrianto Guntur Sunoto kepada BATAMTODAY.COM, di Mapolres Bintan Rabu (13/9/2017) mengatakan, memang benar anggotanya telah mengamankan tiga lori dengan muatan sekitar 12 ton obat ilegal.

Menjawab apakah tangkapan obat tersebut bercampur narkoba, Guntur belum bisa memastikan. "Yang jelas, kita memang ada menangkap truk yang diduga bermuatan obat ilegal. Tetapi apakah ada unsur Narkoba, nanti akan kita sampaikan setelah ada hasil penelitian dari Labor," ujarnya.

Editor: Dardani


BNN-KEPRI