Hasil Operasi akan Dimusnahkan

Peredaran Rokok Tanpa Cukai Masih Marak di Anambas
Oleh : Alfreddy Silalahi
Kamis | 14-09-2017 | 13:00 WIB
Kepala-BC-Anambas1.gif
Kepala Kantor Bea Cukai Tipe Pratama Tarempa, Susetia. (Foto: Freddy)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Bea Cukai Tipe Pratama Tarempa telah menarik sedikitnya 977 bungkus rokok tanpa cukai hingga Agustus 2017. Dan rencananya, September 2017 ini 977 bungkus rokok tanpa cukai tersebut akan dimusnahkan.

"Selama operasi di tahun ini (2017) baru 977 bungkus rokok yang kami tarik. Kami sudah mengajukan permohonan pemusnahan kepada Kantor Wilayah (Karimun) dan sudah disetujui bersamaan dengan rokok tanpa cukai hasil operasi tahun 2016 lalu. Menjadi pertimbangan saat ini adalah tempat yang memadai untuk pemusnahan belum kami temukan," ujar Kepala Kantor Bea Cukai Tipe Pratama, Susetia, Kamis (14/9/2017).

Susetia mengakui, meski ada operasi yang dilakukan Bea Cukai, peredaran rokok tanpa cukai di Anambas masih marak. Pihaknya juga selalu melakukan edukasi dengan pedagang, agar tidak menjual rokok tanpa cukai.

"Peminat rokok tanpa cukai ini memang banyak, karena harganya cukup murah dibandingkan rokok yang dilekat pita cukai. Kalau rasa mungkin beda tipis lah. Ketika menemui pedagang menjual rokok tanpa cukai, kami langsung tarik kemudian memberi peringatan agar tidak dijual lagi," akunya seraya mengatakan belum ada sanksi bagi pedagang yang kedapatan menjual rokok tanpa cukai.

Dia menerangkan, Bea Cukai sedang bidik pemasok rokok tanpa cukai di Anambas. Namun Bea Cukai tidak punya kewenangan untuk memeriksa setiap kapal yang masuk di Pelabuhan Tarempa.

"Kecuali ada laporan dari masyarakat, kita bisa langsung periksa. Jadi tidak sembarangan melakukan operasi,"jelasnya.

Dia menyinggung, makanan dan minuman yang berasal dari luar negeri tidak ada beredar di Anambas. Pasalnya, belum ada kapal logistik luar negeri yang masuk ke Anambas.

"Makanan dan minuman tidak ada beredar di Anambas ini. Parameter kami yakni kapal logistik luar negeri tidak ada masuk kesini. Bahkan hingga saat ini kami tidak ada menjumpai makanan dan minuman luar negeri," pungkasnya.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI