Sosialisasi Empat Pilar di Muker Kowani 2017

Ketua MPR Sebut Hanya Wanita yang Mampu 'Menjahit Merah Putih yang Koyak'
Oleh : Irawan
Kamis | 10-08-2017 | 11:02 WIB
zulkifli-99.gif
Ketua MPR, Zulkifli Hasan saat sosialisasi Empat Pilar MPR pada Musyawarah Kerja (Muker) Kowani 2017 di Gedung Lemhannas, Jakarta, Rabu (9/8/2017). (Foto: Irawan)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan mengakui peran perempuan sangat strategis dalam membentuk karakter bangsa, persatuan dan kesatuan nasional. Begitu juga dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani), dinilai menjadi bagian dari pembentukan perempuan perekat negara dan bangsa.

"Sekarang ini bangsa kita sedang gampang marah. Bendera merah putih terancam terkoyak. Nah, perempuan yang mampu menjahit (bendera) merah putih yang robek itu," ujar Zulkifli saat sosialisasi Empat Pilar MPR pada Musyawarah Kerja (Muker) Kowani 2017 di Gedung Lemhannas, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Di depan para perwakilan perempuan se-Indonesia, Zulkifli mengaku heran dengan banyaknya pihak yang masih mempertanyakan Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Menurutnya, masalah tersebut tidak perlu diperdebatkan karena sudah selesai 72 tahun lalu.

"Jangan ada lagi ada upaya mengganti empat pilar. Diskusinya bukan penting atau tidak penting, tapi kita berdebat pada implementasi," tegasnya.

Ketua umum DPP PAN itu menyebutkan, perdebatan empat pilar adalah bagaimana Indonesia menyiapkan generasi masa depan yang siap berdaya saing. Dikatakan, bagaimana negara selalu hadir ditengah masalah-masalah yang menimpa rakyat.

"Di situ kita berdepat, apakah kebijakan pemerintah sudah sesuai belum dengan nilai-nilai Pancasila dan pilar lainnya," katanya.

Dalam konteks ini, kata Zulkifli, Kowani sebagai wadah perempuan pejuang menjadi tumpuan harapan dalam menyiapkan generasi anak bangsa Indonesia cerdas yang mampu menjawab tantangan masa depan. Perempuan juga menjadi perekat bangsa di tengah karut marut kondisi kekinian bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Kowani, Giwo Rubiyanto meminta MPR membantu pendanaan kegiatan Kowani yang memiliki banyak organisasi sayap keperempuanan agar lebih maksimal lagi berkiprah untuk negara bangsa ini.

"Kami meminta ketua MPR untuk mencarikan jalan keluar mendapatkan dana untuk meningkatkan kinerja Kowani, yang selama ini kekurangan anggaran," ujar putri mantan Gubernur DKI Jakarta, Wiyogo Atmodarminto itu.

Editor: Surya


BNN-KEPRI