Akibat Skandal Insektisida di Belanda, Jutaan Telur di Eropa Terkontaminasi
Oleh : Redaksi
Sabtu | 05-08-2017 | 15:38 WIB
telur.gif
(ANP/AFP | Patrick HUISMAN)

BATAMTODAY.COM, Berlin - Raksasa supermarket diskon Aldi menarik semua telur asal Belanda dari rak-rak toko mereka di Jerman.

Hal itu dilakukan menyusul terkuaknya skandal insektisida, yang telah menghantui seluruh bahan makanan di Eropa.

Seperti diberitakan AFP, Aldi pada Jumat (4/8/2017), mengambil tindakan itu sebagai langkah pencegahan, meski berpotensi menyebabkan berkurangnya pasar bagi telur di Eropa.

Sebelumnya, pihak berwenang di Belgia, Swis, dan Swedia juga berupaya melacak pengiriman dan pemindahan telur, karena dampak persoalan ini kian melebar.

Aldi menarik semua telur Belanda setelah muncul informasi tentang keberadaan tiga juta telur yang tercemar insektisida, yang masuk ke Jerman dan telah dijual.

Namun, Menteri Pertanian Regional Christian Meyer dari Lower Saxony, mengatakan kepada jaringan televisi ZDF, diyakini 10 juta telur yang terkontaminasi mungkin telah mencapai Jerman.

Pihak berwenang menduga zat fipronil tersebut, diperkenalkan ke peternakan unggas oleh sebuah unit usaha asal Belanda bernama Chickfriend, untuk mengobati kutu merah, yakni parasit pada ayam.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, dalam jumlah banyak insektisida dianggap berbahaya terutama bagi ginjal, kelenjar hati, dan kelenjar tiroid.

Di Belgia, supermarket Colruyt pun telah memindahkan telur dari dua pemasok pada bulan Juli.

Hal itu dilakukan kerena peternakan yang memasok telur itu diduga terkontaminasi dengan insektisida.

Badan keamanan pangan negara (AFSCA) telah mencegah telur-telur itu sebelum mereka sampai di rak, dan menggunakan agen lapangan untuk melakukan verifikasi terhadap tindakan yang diperlukan.

Media Belanda dan Belgia melaporkan, zat yang mengandung insektisida dipasok ke Chickfriend oleh perusahaan Belgia yang belum dikonfirmasi.

Namun AFSCA mengaku, otoritas kejaksaan telah meluncurkan penyelidikan pidana.

Telur juga ditarik oleh supermarket di Swis. Namun pihak berwenang yang menyetujui penarikan tersebut meminta masyarakat untuk tidak panik.

"Jumlah yang diamati sejauh ini tidak membahayakan kesehatan konsumen," kata Otoritas Keamanan Pangan Swis (OSAV).

Badan keamanan keamanan pangan Swedia mengatakan, satu batch telur yang terkontaminasi telah dikirim ke pedagang kecil.

"Komisi Eropa mengikuti kasus ini dengan ketat, karena masalah kesehatan masyarakat dipertaruhkan," kata Jurubicara Anna-Kaisa Itkonen.

Dengan kerugian yang diperkirakan akan mencapai jutaan euro, ini merupakan pukulan lain bagi peternak unggas Belanda.

Sebelum ini 190.000 bebek dimusnahkan pada bulan November, di tengah wabah flu burung yang sangat menular.

Marieke van der Molen, Jurubicara Kantor Kejaksaan Belanda, mengatakan penyelidikan kriminal telah dibuka untuk menentukan sumber kontaminasi.

Badan keamanan rantai makanan federal Belgia (AFSCA) juga telah meluncurkan penyelidikan kriminal bekerja sama dengan jaksa penuntut umum.

Jerman mengatakan, Belgia dan Belanda berkewajiban untuk menjelaskan skandal tersebut.

"Dari temuan yang kami dapatkan, jelas ada maksud kriminal untuk mencemari telur ini dengan zat asing," kata Menteri Pertanian Jerman, Christian Schmidt kepada harian Bild.

Sumber: AFP
Editor: Udin


BNN-KEPRI