Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Titiek Soeharto Pindah Haluan dari Golkar ke Berkarya
Oleh : Irawan
Selasa | 12-06-2018 | 08:52 WIB
titiek_prabowo2.jpg Honda-Batam
Siti Hediati Harijadi alias Titiek Soeharto

BATAMTODAY.COM, Yogyakarta - Siti Hediati Harijadi alias Titiek Soeharto memutuskan keluar dari Partai Golkar untuk bergabung ke Partai Berkarya, yang diketuai adiknya Tommy Soeharto. Padahal Partai Golkar telah mengantarkan mantan Presiden Soeharto, ayah Titiek dan Tommy Soeharto berkuasa selama 32 tahun selama Orde Baru.

Kepindahan Titiek ke Berkarya sebenarnya diprediksi para petinggi Partai Golkar, termasuk Ketua Umumnya Airlangga Hartarto. Kepindahan Titeik ke Berkarya bisa menggerus perolehan suara Golkar dalam Pemilu 2019 di Yogyakarta dan Jawa Tengah, khususnya Surakarta (Solo).

Karena itu, DPP Golkar sempat mengusulkan Titiek Soeharto sebagai Wakil Ketua MPR menggantikan Mahyudin agar tidak pindah ke Berkarya. Mantan istri Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto itu, menyatakan siap menjadi Wakil Ketua MPR menggantikan Mahyudin. Airlangga pun aktif melobi pimpinan MPR untuk menggolkan Titiek Soeharto sebagai Pimpinan MPR.

Airlangga pun meminta Mahyudin agar mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua MPR, dan menawari jabatan menteri. Namun, sebelum menjadi menteri, Airlangga akan menempatkan Mahyudin sebagai pimpinan komisi di DPR.

Namun, hal itu ditolak Mahyudin. Mahyudin menolak untuk mundur dan akan melakukan perlawanan. Akhirnya, rencana pelantikan Titiek Soeharto sebagai Wakil Ketua MPR menggantikan Mahyudin kandas, meskipun agenda Rapat Paripurna MPR penetapan pimpinan MPR dari Fraksi Partai Golkar sudah diagendakan. Hingga kini penetapan Titiek Soeharto sebagai Wakil Ketua MPR tak diproses dan tidak ditindaklanjuti.

Namun, Titiek Soeharto kepindahannya tidak ada kaitanya dengan hal itu, tetapi karena perbedaan sikap politik. Rupanya alasan Titiek memutuskan keluar dari partai yang membesarkan namanya itu adalah perbedaan sikap politik. Golkar diketahui pendukung pemerintah Presiden Joko Widodo dan akan mengusung Jokowi kembali pada Pilpres 2019.

"Seharusnya Golkar sebagai partai besar, sebagai pendukung dan sahabat yang baik, harus bisa memberi masukan mana hal-hal yang baik dan yang buruk kepada pemerintah, tidak hanya sekadar mengekor dan 'ABS' (asal bapak senang)," demikian kutipan Titiek soal kepindahannya dari Golkar ke Berkarya, Senin (11/6/2018).

Meski begitu, Titiek menyatakan berterima kasih kepada Golkar. Dia menyebut sudah tidak dibutuhkan kembali oleh partai pimpinan Airlangga Hartarto tersebut, tapi dibutuhkan di Berkarya.

Pernyataan Titiek ini disampaikan di kampung halamannya di Kemusuk, Yogyakarta. Turut hadir dalam pengumuman itu para kader Berkarya, termasuk sang ketum, Tommy, dan Sekjen Partai, Priyo Budi Santoso.

Demikian pernyataan lengkap Titiek soal bergabungnya ia ke Berkarya:

PERNYATAAN POLITIK TITIEK SOEHARTO

Bismillahirohmanirohim..
Assalamualaikum Warrohmatulohi Wababarokatuh..
Salam Sejahtera...

Puji syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT karena dibulan Ramadhan yg penuh berkah ini, kita masih diberi kesempatan untuk beribadah dan mengagungkan namaNYA..

Teman-teman, para sahabat dan saudara2 tct.. izinkan saya dalam kesempatan ini menyampaikan beberapa hal yg sangat penting yg mempengaruhi perjalanan karir politik saya.

Kita ketahui bersama bahwa keadaan Bangsa kita saat ini sungguh sangat memprihatinkan..

~ Pada saat kurang lebih 7 juta tenaga kerja kita nganggur, dan butuh pekerjaan untuk menghidupi keluarga mereka ditengah kondisi ekonomi yg mencekik.. negara dibanjiri TKA yg tidak lebih pandai dari pada TK kita.

~ Alam dan tanah yg begitu subur yg Allah karuniakan kepada kita, seolah-olah tidak ada artinya.. karena kita tidak dapat mengolahnya dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pangan, sehingga apa-apa masih Import !

~ Kekayaan sumber daya alam yg melimpah yg Allah karuniakan kepada kita tidak dapat dinikmati oleh rakyat.. tidak dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang.

~ Penyelundupan narkoba yg berton-ton jumlahnya.. yg sudah pasti bisa menghancurkan bangsa kita... sungguh sangat menyedihkan pemerintah tidak sedikitpun berkomentar tentang hal itu...

Ini adalah sebagian kecil dari hal-hal yg memprihatinkan kita bersama yg terjadi saat ini...
Saya sedih ..
Saya ingin menjerit untuk protes dan menyuarakan hati nurani rakyat..! Tapi saya tidak dapat melakukan hal itu.. karena saya sebagai orang Golkar.. partai pendukung Pemerintah. ( seharusnya Golkar sebagai partai besar, sebagai pendukung dan Sahabat yg baik harus bisa memberi masukan mana hal-hal yg baik dan yg buruk kepada Pemerintah, tidak hanya sekedar mengekor dan ABS )

Sy adalah anak biologis Presiden Soeharto ! Sy tdk bisa berdiam diri untuk tidak menyuarakan jeritan rakyat..

Oleh krn itu saya memutuskan untuk KELUAR dari Partai Golkar dan memilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai BERKARYA.

Sebagai konsekwensinya tentu saya juga harus melepaskan keanggotaan saya di DPR.
Saya mohon pamit kepada teman2 di DPR, terima kasih untuk persahabatan dan kebersamaan kita selama ini.. baik di Komisi IV, BKSAP maupun saat di rapat Paripurna.
Saya pasti akan merindukan saat kebersamaan kita... doakan kita bertemu lagi tahun depan..
I SHALL RETURN !!

Trima kasih kepada Partai Golkar yg telah menempa saya menjadi salah satu politikus wanita yg diperhitungkan di Republik ini.

Saat ini Golkar sdh memiliki begitu banyak politikus handal, Golkar tidak membutuhkan saya..
Tapi saya sangat dibutuhkan oleh Partai Berkarya.

Partai Berkarya harus lulus Parliamentary threshold dalam Pemilu Legislatif tahun depan, agar Partai Berkarya dapat melanjutkan cita-cita Pak Harto untuk mensejahterakan Bangsa ini, mencerdaskan Bangsa ini, menciptakan kehidupan masyarakat yg adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Partai Berkarya menyadari ini adalah pekerjaan yg sangat berat, kami tidak bisa melakukannya sendiri.

Oleh karena itu kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat dan seluruh komponen Bangsa, agar cita-cita dari Pak Harto dan para pendiri Bangsa ini bisa segera terwujud :
Indonesia menjadi Bangsa yg besar
Bangsa yg bermartabat
Dengan rakyatnya yg cerdas, hidup adil, makmur dan sejahtera.

Semoga ALLAH yang Maha Kuasa,
TUHAN yang Maha Besar senantiasa membimbing dan meridhoi langkah kita dalam mengabdi kepada Negara dan Bangsa.

Wassalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh...

Salam BERKARYA !

TITIEK SOEHARTO
Kemusuk-Jogja, 11 juni 2018

Editor: Surya