KPPAD Lakukan Asesmen Korban Ustad Cabul di Ponpes Nahdlatul Wathan Bintan
Oleh : Syajarul Rusydy
Senin | 11-06-2018 | 15:40 WIB
ponpes-bintan1.jpg honda-batam
KPPAD Bintan dan Provinsi Kepri berkunjung ke Ponpes Nahdlatul Wathan Bintan. (Foto: Syajarul)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Komisi Pengawasan dan Perlidungan Anak Daerah (KPPAD) Bintan dan Provinsi Kepri kunjungi Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan, di Jalan Kampung Bangun Rejo, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur (Bintim) untuk mengetahui kronologis kasus cabul terhadap anak di bawah umur oleh Soleh (24) salah satu guru ngaji.

Kabid KPPAD Bintan, Meri Bintan Ningsih menyapaikan, tujuan mereka ke pesantren untuk melakukan asesmen, terhadap korban maupun pelaku. Agar kejadian seperti ini (pencabulan) tidak tejadi lagi dikemudian hari.

"Salain itu, kita juga minta kejelasan terhadap pengelola kenapa hal ini bisa terjadi, termasuk terhadap anak yang menjadi korban. Kita lakukan agar si anak bisa semangat lagi menjalani hari-harinya," ujar Meri kepada BATAMTODAY.COM, Senin (11/6/2018).

Namun saat dijelaskan oleh pengelola, Meri sempat terkejut. Pasalnya sebalum khasus pencabulan sampai kepolisi, ternyata pihak pengelolan pesantren sudah tahu duluan. Namun, justru kasus itu terkesan ingin diselesaikan secara kekeluargaan.

"Nah ini yang gak bolah, seharusnya pengelola langsung melapor. Karena ada undang-undang yang mengatur, tentang kekerasan terhadap anak. Hal hal seperti ini yang kita jelasakan," kata Meri.

Dalam kesempatan itu, Lurah Gunung Lengkuas, Ivan Golar Riyadi mengingatkan kepada pengelola untuk selalu waspada dengan memberikan rasa aman terhadap santri santri yang belajar ataupun mondok di pesantren tersebut.

"Kita gak mau hal-hal ini terjadi lagi, sebagai pengelola juga harus tegas meyikapinya. Bukan malah terkesan menutup-nutupi," pinta Ivan.

Editor: Yudha