Mahasiswa Unsyiah Ciptakan Becak Listrik, Bisa Melaju 40 KM per Jam
Oleh : Redaksi
Sabtu | 02-06-2018 | 17:04 WIB
becak-listrik1.jpg honda-batam
ecak listrik besutan mahasiswa Universitas Syah Kuala, Aceh. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Banda Aceh - Tim Malem Diwa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menciptakan becak listrik Type BC-L01. Ujicoba sekaligus peluncurannya disaksikan oleh Rektor Unsyiah Samsul Rizal dan General Manager PLN Wilayah Aceh, Jefri Rosiadi di Kantor Pusat Administrasi kampus, Kamis 31 Mei 2018.

Rektor Unsyiah, Samsul mengatakan, inovasi becak listrik ini merupakan hasil kerjasama antara Unsyiah dengan PLN Wilayah Aceh. Di mana pihak PLN memberikan dukungan dana sementara proses pembuatan becak listriknya dilaksanakan oleh Tim Malem Diwa Unsyiah.

"Unsyiah berterima kasih atas kepercayaan PLN terkait kerjasama ini. Karena bagaimana pun juga kepercataab inilah yang paling bernilai," ujarnya.

Dia berharap becak listrik ini bisa menjadi model transportasi yang ramah lingkungan khususnya untuk masyarakat di kota Banda Aceh. "Kami mendukung inovasi seperti becak listrik ini, karena bisa menghasilkan sesuatu bermanfaat untuk masyarakat," kata Samsul.

Sementara Jefri Rosiadi mengatakan rencana menciptakan becak mesin ini telah dilaksanakan oleh PLN dan Unsyiah selama tiga bulan, mulai dari desain hingga pembuatannya. "Ini merupakan launching type pertama, nanti akan ada type kedua. Yang saat itu akan lebih kita sempurnakan lagi," ujarnya.

Jefri menilai, becak listrik yang diciptakan oleh Tim Malem Diwa Unsyiah ini sangat potensial untuk dipasarkan. Alasannya, selain ramah lingkungan karena tidak ada polusi sama sekali, becak listrik ini juga membutuhkan energi yang sangat efisien.

Dosen Fakultas Teknik, Iskandar mengungkapkan, becak listrik ini dibuat Tim Malem Diwa Unsyiah yang terdiri dari mahasiswa, laboran serta para dosen. Untuk sekali pengecasan selama 4-5 jam, becak listrik ini mampu berjalan dengan kecepatan maksimum 40 kilometer per jam, dan menempuh jarak sejauh 35 - 40 kilometer dengan beban. Sementara untuk dayanya menggunakan baterai 12 Volt sebanyak 5 unit. Adapun keunggulan mobil listrik ini adalah green energy, ergonomics design dan innovative design.

"Selanjutnya becak listrik ini akan diserahkan kepada persatuan becak mesin yang ada di Banda Aceh untuk disosialisasikan," ujar Iskandar. Sebelumnya, Tim Malem Diwa Unsyiah sudah berhasil menciptakan beberapa produk inovasi baik mobil listrik Malem Diwa 0.1, maupun mobil tenaga surya. Semua inovasi ini juga telah berhasil meraih prestasi dari berbagai kompetisi baik dalam mapun luar negeri.

Sumber: Tempo.co
Editor: Yudha