Ternyata Ini Penyebab Premium Langka di Daik Lingga
Oleh : Bayu Yiyandi
Jum\'at | 08-12-2017 | 12:26 WIB
kios-premium.jpg
Salah satu kios Premium di Lingga masih tututp sampai dengan Jumat siang. (Foto: Bayu Yiyandi)

BATAMTODAY.COM, Daiklingga - Terhitung dari Rabu (6/12/2017) malam hingga Jumat (8/12/2017) pagi, wilayah ibukota Kabupaten Lingga masih mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium.

Kios-kios eceran terpantau masih terlihat sepi dan tutup dengan bertuliskan "bensin sudah habis". Bahkan, ada salah satu kios premium yang memiliki stok lama menjadi rebutan warga, sehingga dalam hitungan jam stok dua drum Premium ludes terjual.

Menurut bagian Perekonomian di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lingga, kelangkaan Premium yang terjadi secara mendadak di Lingga itu disebabkan karena adanya keterlambatan urusan administrasi kelayakan tongkang yang membawa ketersedian BBM ke Agen Minyak Premium dan Solar (AMPS) yang berada di Sungai Buluh, Singkep Barat.

"Ada keterlambatan sedikit dalam pengurusan izin sandar dan kelayakan tongkang pengangkut di Pertamina dan AMPS Sungai Buluh. Tetapi sore ini sudah masuk, kita minta pihak AMPS untuk menalangi terlebih dulu untuk mengantisipasi kelangkaan ini agar tidak berkepanjangan," kata Muhammad Nuzur, Kabag Ekonomi Setda Lingga kepada BATAMTODAY.COM, Jumat.

Ia menjelaskan, saat ini kapal tongkang yang membawa ketersedian Premium itu juga sudah dalam perjalanan menuju AMPS. Mungkin besok sudah dilakukan bongkar muat.

"Jadi masih dalam perjalanan. Sudah itu sabtu baru bongkar. Kalau untuk hari ini juga kita sampaikan sudah ada dibantu APMS untuk mengatasi kekosongan bensin di Daik, tetapi tidak dalam jumlah yang besar," terang dia.

Ia melanjutkan, untuk Premium yang dibantu oleh AMPS dalam sementara waktu itu sebanyak 26 drum yang akan disebarkan ke 16 kios pengecer yang ada di wilayah ibukota Kabupaten Lingga.

"Nanti sore sekitar jam 1 sudah ada yang masuk. Kita pastikan kelangkaan ini teratasi dan kembali pulih," kata Nuzur.

Ia berharap masyarakat tidak merasa cemas dengan kelangkaan Premium yang terjadi secara mendadak ini. Karena hal tersebut disebabkan keterlambatan administrasi saja bukan kehabisan kuota dari Premium itu sendiri.

Sementara itu, Kepala Direktur SPBU Pertamina Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat yakni AMPS, Edyson melalui seluler juga membenarkan keterlambatan premium disebabkan adanya perubahan aturan untuk pengambilan Premium di Tanjunguban sehingga membuat sedikit terhambat.

"Keterlambatan itu bukan karena masalah tongkang kandas atau gelombang tinggi, tetapi masalah administrasi. Karena ada perubahan aturan, pengambilan jadi terhambat sehingga stok kita jadi masalah," jelasnya.

Edyson mengaku, sore ini Premium juga akan sampai ke SPBU Sungai Buluh, dan siap akan disalurkan. Namun untuk hari ini pula, sambung Edyson, Premium akan sampai ke Daik, karena sudah ada yang mengambil yang sekarang ini masih dalam pengisian.

"Untuk sementara kita berikan dulu sisa stok lama kepada pemilik DO dari Daik, supaya dapat mengatasi kelengkaan yang terjadi di Daik Lingga. Sore ini sudah sampai ke Daik Lingga, kita berterimakasihlah telah memberi informasi ini," tutupnya.

Editor: Gokli


BNN-KEPRI