Pelaku 40 Orang, Korban Juga Mengaku Pemilik Lahan

Polisi Dalami Penyebab Bentrok Lahan di Kampung Tua Tanjung Buntung
Oleh : CR-17
Jum\'at | 08-12-2017 | 08:38 WIB
Hambali-digotong-ke-mobil1.jpg
Hambali (baju hijau), digotong warga memasuki mobil (Foto: CR-17)

BATAMTODAY.COM, Batam - Setelah melakukan pemeriksaan di sebuah rumah yang diduga menjadi tempat berkumpulnya para orang suruhan dari NY, dan meminta keterangan dari warga Kampung Tua Tanjung Buntung, Bengkong, Kamis (07/12/2017), petugas kepolisian langsung mengamankan satu orang berinisial F, yang diketahui menjadi pemilik rumah tersebut.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan berbagai jenis senjata tajam dan juga botol minuman keras yang diduga selalu dikonsumsi oleh para pelaku. Ia juga mengatakan bahwa selain menjaga lahan tersebut, para pelaku penyerangan juga meminta uang kepada warga.

"Dari hasil pemeriksaan diketahui lahan ini dikelola oleh korban, tadinya proses pengerukan dilakukan karena ada beberapa warga yang membutuhkan untuk proses pembangunan rumah atau lainnya. Para pelaku penyerangan yang berjumlah puluhan orang ini, sempat meminta uang sebesar Rp150 juta untuk mengambil tanah di lahan itu," ujarnya.

Para pelaku mengatakan bahwa tanah yang diambil oleh warga, merupakan milik NY yang mempekerjakan mereka untuk menjaga lahan tersebut. Hal ini kemudian menjadi awal terjadinya bentrokan, sehingga korban Hambali yang merupakan pengelola lahan, menjadi sasaran pembacokan para pelaku.

"Dari pengakuan warga, para pelaku berjumlah 30 sampai 40 orang. Korban sendiri mendapatkan luka akibat benda tajam, di bagian kaki kanan dan bagian perut. Saat ini kita akan lakukan pendalaman dan mengejar para pelaku yang sudah kita kantongi identitasnya," lanjutnya.

Saat ini, baik dari para saksi, korban, juga pelaku sudah berada di Mapolresta Barelang Batam. Kapolresta juga menegaskan, bahwa adanya bentrokan yang terjadi tidak mengandung unsur SARA dan murni terkait permasalahan lahan.

"Tidak ada unsur bentrok antar suku dalam peristiwa siang tadi, semua ini karena perebutan lahan antara warga dengan seseorang yang melakukan klaim terhadap lahan itu. Saya mengimbau agar masyarakat cerdas, dalam memilah dan mendengar informasi yang beredar," tutupnya.

Editor: Udin


BNN-KEPRI