Sempat Dilanda Beragam Persoalan, Pelayanan RSUD Embung Fatimah Batam Kembali Normal
Oleh : Yosri Nofriadi
Kamis | 07-12-2017 | 18:14 WIB
RSUD-Embung-Fatimah-Batam.jpg
Pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji berjalan normal, Kamis (7/12/2017) (Foto: Yosri Nofriadi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji berjalan normal, Kamis (7/12/2017).

Peralatan medis yang sebelumnya habis sudah kembali dilengkapi. Begitu juga dengan petugas keamanan atau sekuriti rumah sakit yang sebelumnya mengamuk menuntut tunggakan gaji mereka pun sudah kembali berkerja seperti biasa.

"Kemarin sore usai keributan bakar ban yang dilakukan teman kami Hendra, gaji kami langsung dibayarkan," ujar Komandan Regu Sekuriti RSUD, Sofyanto.

Namun, pembayaran gaji 49 orang security itu belum dilakukan secara penuh. Manajemen RSUD baru membayarkan gaji mereka yang bulan Oktober. Padahal gaji sekuriti yang belum dibayarkan ada empat bulan. "Tapi baru sebulan. Tiga bulan lagi katanya dalam minggu ini," ujarnya

Dengan adanya kebijakan itu, kata Sofyanto, seluruh petugas keamanan rumah sakit kembali bekerja normal seperti biasanya. "Semua anggota yang shift hari ini masuk semua," ujarnya lagi.

Pantauan di rumah sakit, pelayanan medis di rumah sakit bertipe B itu berjalan normal. Ratusan pasien yang memadati rumah sakit dilayani dengan baik. Peralatan medis yang sebelumnya disoroti anggota komisi IV DPRD Batam karena belum dikalibrasi atau dicek ulang, sudah kembali dipergunakan sesuai fungsinya masing-masing.

"Tak ada masalah lagi. Perlengkapan medis yang kurang sudah dilengkapi. Begitu juga persoalan kalibrasi, sudah diatasi dengan baik. Kemarin memang disoroti anggota Dewan tapi itu semua sudah dikalibrasi kok," ujar Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Kepewatan RSUD, Sri Rupiati.



Begitu juga dengan persoalan gaji sekuriti, Sri juga menegaskan tak ada persoalan lagi. Itu karena manajemen sudah membayar cicil gaji yang tunggak selama empat bulan itu. "Sudah cicil sebulan, yang lainnya nanti nyusul dalam minggu ini," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua hari belakangan ini manajemen RSUD dilanda berbagai persoalan. Selasa (5/12/2017) lalu, rombongan Komisi IV DPRD Kota Batam yang melakukan sidak ke RSUD menemui banyak persoalan. Mulai dari kekosongan stok obat-obatan, peralatan medis yang belum dikalibrasi atau dicek ulang.

Selanjutnya pada Rabu (6/12/2017) lalu datang dari petugas keamanan rumah sakit atau security. Petugas keamanan rumah sakit itu sempat melakukan aksi protes. Bahkan Hendra, seorang sekuriti sempat melakukan aksi dengan membakar ban di halaman rumah sakit. Mereka protes sebab manajemen RSUD tak membayar gaji mereka selama empat bulan.

Editor: Udin


BNN-KEPRI