Dinobatkan Jadi Pahlawan Nasional, Ini Cara Pemkab Lingga Kenalkan SMRS III ke Masyarakat
Oleh : Bayu Yiyandi
Senin | 13-11-2017 | 14:51 WIB
Sultan-Lingga_(1).jpg
Sultan Mahmud Riayat Syah III, dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

BATAMTODAY.COM, Daiklingga - Sultan Mahmud Riayat Syah III pada Kamis (9/11/2017) resmi dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional oleh Presiden RI, Jokowi di Istana Negara.

Namun pada penobatan dan gelar yang telah disandang sang Sultan itu belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat kabupaten Lingga terutama di wilayah pesisir.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Lingga mencoba berupaya mengenalkan Sang Sultan kepada masyarakat agar bisa mengetahui bahwa Sultan Mahmud Riayat Syah III sudah dinobatkan jadi Pahlawan Nasional.

Upaya tersebut yakni dengan memajang baliho atau spanduk di setiap pintu masuk pelabuhan seperti Tanjung Buton, Jagoh, Sungai Tenam, Pancur serta tempat persinggahan kapal reguler.

"Nanti kita akan pasang baleho yang besar. Untuk keterangan di balehonya kita minta OPD teknis membuatnya," kata Wakil Bupati Lingga, M Nizar kepada BATAMTODAY.COM, Senin (13/11/2017).

Nizar mengatakan dengan adanya spanduk tersebut diharapkan agar masyarakat di wilayah kepulauan maupun pesisir Lingga dapat mengetahui bahwasanya di Kabupaten Lingga sekarang ini ada Pahlawan Nasional.

"Nanti disitu dibuat, bahwa posisinya ada di Kecamatan Lingga, Kota Daik. Makamnya ada di belakang Masjid Sultan Lingga," ungkapnya.

Nizar mengaku, sejauh ini jika ada masyarakat luar daerah yang berkunjung ke Kabupaten Lingga tentunya tidak mengetahui bahwa di Negeri Bunda Tanah Melayu itu ada Pahlawan Nasional jika tidak disampaikan dari mulut ke mulut.

Dengan demikian, adanya spanduk dan baleho itu masyarakat luar maupun pelosok Kabupaten Lingga dapat mengetahui dengan cepat.

"Masyarakat ataupun wisman harus tau, bahwa ada tempat wisata religi di Daik ini, salah satunya hari ini kita sudah sama-sama menyaksikan bahwa Pahlawan Nasional itu ada dari Kabupaten Lingga. Inilah nanti tugas dari OPD teknis, selain untuk mempercantik makamnya, kemudian, seperti baleho yang besar, dipasang secantik-cantiknya di pelabuahan pintu masuk," ujar dia.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI